Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • RI 75 Tahun Merdeka, Tapi 2 Nenek Ini Hidup Miris & Tinggal di Gubuk Tanpa Listrik

RI 75 Tahun Merdeka, Tapi 2 Nenek Ini Hidup Miris & Tinggal di Gubuk Tanpa Listrik

admin
Jumat, 21 Agu 2020 15:05

Republik Indonesia resmi merayakan peringatan hari kemerdekaannya pada beberapa waktu yang lalu. Kini, 75 tahun sudah Ibu Pertiwi terbebas dari rentetan kolonialisme yang menjerat hingga lebih dari 3 abad.

Kendati demikian, keadilan hingga kesejahteraan di sebagian masyarakat Indonesia kini belum sepenuhnya merata. Hal ini terbukti dari kisah dua perempuan lanjut usia yang masih harus hidup dengan penuh perjuangan.

Simak ulasan berikut ini seperti yang dilansir dari laman beramaljariyah.org.


Tak Mampu Bekerja

Dua perempuan lansia tersebut adalah Nenek Sonariah (65) dan kakaknya, Nenek Mariah (68) yang tinggal berdua di sebuah rumah berdinding bambu. Kondisinya yang tak sempurna serta usianya yang tak lagi muda membuat Nenek Sonariah kini tak bisa bekerja untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

"Dulu saya bekerja sebagai penjahit meski tidak punya kaki. Tetapi sekarang saya sudah tua renta, sudah tidak sanggup bekerja," katanya.


Hidup Bersama Kakak

Di usia senjanya tersebut, Nenek Sonariah setidaknya bisa berbagi cerita dengan sang kakak. Meski sang kakak kini diketahui tengah jatuh sakit lantaran penyakit komplikasi faktor usia dan tak ada biaya untuk berobat, keduanya tampak selalu bersama menjalani hidup.

2 nenek ini hidup miris amp tinggal di gubuk tanpa listrik

beramaljariyah.org ©2020 Merdeka.com

"Di usia senja ini saya hidup berdua dengan kakak saya, Ibu Mariah," ceritanya.


Nelangsa Jalani Hidup Bersama Kakak

Menjadi anak yatim sedari kecil membuat dua bersaudara ini telah terbiasa menjalani hidup secara bersama-sama. Hidup yang masih dipenuhi perjuangan tersebut pun mereka lalui bersama sekalipun telah berusia lanjut.


Hidup dari Belas Kasihan Orang

Untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan pun mereka harus rela untuk bersandar pada kebaikan hati para tetangga sekitar. Mereka acap kali memberikan nasi timbel atau nasi bungkus saat pagi atau pun sore hari. Jika hanya sekali, maka keduanya pun harus memakan nasi sisa di pagi hari.

2 nenek ini hidup miris amp tinggal di gubuk tanpa listrik

beramaljariyah.org ©2020 Merdeka.com

"Untuk makan, kami hanya bisa menunggu belas kasih dari para tetangga," imbuhnya.

 

Gubuk Tanpa Penerangan

Setiap malam, kedua nenek tua renta ini masih harus berjuang melawan dinginnya angin malam yang menerobos melalui dinding bambu gubuk reyotnya. Tanpa ada aliran listrik, dua kakak beradik ini hanya mengandalkan satu lampu gantung yang diberi oleh salah seorang tetangga dekatnya.

 

Keponakan Jadi Tulang Punggung

2 nenek ini hidup miris amp tinggal di gubuk tanpa listrik

beramaljariyah.org ©2020 Merdeka.com

Sang kakak pun diketahui memiliki satu anak perempuan yang kini merantau untuk mencari nafkah di Tanah Pasundan, Bandung. Bekerja sebagai buruh lepas pabrik membuat anak perempuannya tersebut menjadi satu-satunya tulang punggung. Sang anak pun mengirim uang tatkala kebutuhan dirinya di tanah rantau telah tercukupi terlebih dahulu.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor