Sabtu, 08 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Radikalisme Disebut Sebagai Penyebab Maraknya Poligami

Peristiwa

Radikalisme Disebut Sebagai Penyebab Maraknya Poligami

Rabu, 12 Des 2018 14:45
Merdeka.com
JAKARTA - Aktivis Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Khalifah mendukung rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghapuskan poligami. Sebab, dia menilai, poligami hanya akan menyengsarakan perempuan dan anak-anak.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan partainya menolak praktik poligami. Grace tidak akan merestui kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI mempraktikkan poligami.

"Saya sepakat dengan Grace untuk pelarangan poligami di Indonesia, terutama pegawai negeri atau TNI dan lain-lain, termasuk anggota parlemen," katanya saat dihubungi, Rabu (12/12).

Dia menjelaskan, ada pandangan lain yang tidak ingin poligami dilarang, melainkan diperketat. Caranya dengan memperketat syarat-syarat poligami. Seperti dilakukan perhitungan apakah memang cocok buat istri dua atau empat, mendapat persetujuan istri pertama, dan apakah bisa berbuat adil.

"Ingat berbuat adil bukan hanya materi tapi juga cinta dan perhatian. Karena pengadilan itu manusia biasa, pasti tidak bisa menjalankan semua prosedur pengecekan syarat-syarat tersebut dan korupsi di kita masih tinggi. Jadi, seketat apapun mau dibatasi kayaknya tidak akan," jelasnya.

Ruby menyarankan agar kampanye monogami digalakan. Sebab, dia menjelaskan, semua penelitian tidak ada yang menemukan kalau poligami itu membahagiakan, yang ada menyengsarakan keluarga, terutama perempuan dan anak-anak.

"Poligami semakin marak karena dorongan gerakan radikalisme, yang mengembalikan alih-alih membawa kemurnian Islam, tapi justru membuat Islam terbelakang karena kawin muda marak, poligami marak," jelasnya.

"Jadi, saya mendukung kalau ada Parpol atau pimpinan Parpol mendorongkan agenda penghapusan poligami dan lebih mendukung promosi monogami," tutup Ruby.

Sementara itu, Grace menegaskan, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Itu dilakukan karena praktik tersebut merupakan salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan.

"Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan," ucapnya.

Tekad penolakan poligami, terang Grace, juga nantinya akan dilakukan jika PSI suatu saat nanti lolos ke parlemen. Partainya akan menjadi yang pertama berjuang merevisi UU Poligami.

"Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah, pertama, memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta aparatur sipil negara," terang Grace.


(merdeka.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 08 Agu 2026 14:52

    PEKANBARU-Booth PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada gelaran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 yang berlangsung di SKA Convention and Exhibition

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:45

    Banyak Tidak Tahu, Bapenda Diminta Gencar Sosialisasi Program Pemutihan PKB

    PEKANBARU-Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk gencar melakukan sosialisasi keringanan-keringanan pajak yang diberikan kepada masyarakat.Salah sat

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:43

    Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

    BALIKPAPAN â€" Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif di bidang kehutanan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengorb

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:40

    10.876 Warga Binaan di Riau Diusulkan Terima Remisi HUT RI 2026

    PEKANBARU-Sebanyak 10.876 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Provinsi Riau diusulkan mendapatkan remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pad

  • Sabtu, 08 Agu 2026 13:36

    Lapas Kelas IIA Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin dan Tebar 1.500 Benih Lele

    PEKANBARU - Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menghasilkan produk perikanan. Warga binaan berhasil memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kol

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki