Reog hingga Barongsai,Tolak Aksi Anarkis dan Serukan Pilkada Damai,Warga Meranti Gelar Pawai Budaya
Admin
Jumat, 16 Okt 2020 15:43
KEPULAUAN MERANTI - Sejumlah elemen organisasi dan mahasiswa di Kepulauan Meranti menggelar pawai damai pada Jumat (16/10/2020).
Kegiatan diikuti sebanyak 9 paguyuban dan organisasi dengan pawai mulai dari depan RTH LAM Kepulauan Meranti Jalan Dorak hingga Jalan Pramuka, Selatpanjang.
Aksi ini dimulai didepan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Meranti di Jalan Dorak Selatpanjang.
Aksi diikuti oleh seratusan masa yang tergabung dalam serikat buruh, ormas dan mahasiswa yang membawa atribut berupa spanduk dengan mengusung 3 tema yakni, Tolak Aksi Anarkisme, Tolak Pelanggaran Protokol Kesehatan dan Pelaksanaan Pilkada Damai 2020.
Dalam aksi ini turut dihadiri oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto, Kepala Kesbangpol Meranti Asrizal Harahap.
Kemudian, Ketua MUI Meranti H. Mustafa, Ketua KPU Meranti Abu Hamid, Kabid Perda Pol PP Meranti Ginting.
Para perwira di jajaran Polres Meranti, pejabat di lingkungan Pemkab Meranti, serta peserta aksi dari berbagai ormas dan elemen masyarakat.
Aksi menjadi semakin semarak dengan ikutnya rombongan Reog Ponorogo dan atraksi Barongsai dan hentakan bunyi gendang untuk penambah semangat para peserta aksi.
Walaupun demikian pelaksana tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehaatan.
Di bawah pengawalan aparat Polres Meranti, para peserta ini selain menyampaikan pernyataan sikap yang dipusatkan di depan Gedung LAM Meranti.
Peserta juga melakukan sosialisasi turun ke jalan dengan melakukan long march dari Jalan Dorak menuju Jalan Pramuka Selatpanjang.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Meranti H. Mustafa S.Ag menuturkan, pawai ini dilaksanakan sebagai bentuk seruan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi kamtibmas dan mengindari aksi unjuk rasa anarkis.
"Disebut sebagai aksi pawai damai, kita undang kalangan masyarakat untuk mendukung dan menyepakati pertama kita menolak demo anarkis dan mendukung pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik," ujar Mustafa.
Mustafa mengatakan bahwa ini juga perlu dilakukan mengingat saat ini dalam masa tahapan Pilkada.
Sehingga perlu seruan kepada masyarakat agar tetap menjaga rasa aman di Kepulauan Meranti.
"Pilkada pada tahun ini masih dalam pandemi Covid-19, namun kita harus melakukan yang terbaik dan melakukan protokol kesehatan.”
“ Sehingga kita suarakan, kita jadi corong dalam masyarakat," tutur Mustafa.
Kegiatan pawai berlangsung dilakukan pengawalan secara ketat oleh pihak Polres Kepulauan Meranti.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito yang juga sempat melakukan pemantauan jalannya aksi juga menyampaikan apresiasi karena telah menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Dirinya tidak memungkiri saat ini dinamika yang terjadi di nasional maupun provinsi terjadi sejumlah aksi yang anarkis dan menimbulkan kegaduhan.
Sehingga pihaknya mendukung kegiatan tersebut sebagi bentuk dukungan masyarakat untuk bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat
"Kita mendukung kegiatan seperti yang dilakukan saat ini, karena kegiatan ini menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kita mempunyai budaya-budaya yang santun, ramah dan cinta damai. Itu yang kita gelorakan dan semangatkan," tuturnya.
Selain itu dikatakannya pelaksanaan pawai damai ini juga sangat berdampak terutama saat masa pilkada saat ini.
Hal ini dikatakannya akan memberikan dorongan masyarakat untuk senantiasa menjaga daerahnya aman dan tertib.
"Kita juga paham kondisi saat ini sedang menjalankan Pilkada tentu kita gelorakan budaya-budaya yang saling menghargai beda pendapat saling menghormati, dan intinya saling menjaga kebersamaan," pungkasnya.
Dikatakan Eko walaupun ada potensi kerawanan, namun sejauh ini kondisi kamtibmas wilayah Kepulauan Meranti relatif kondusif.
"Pada prinsipnya kita melihat ada potensi kerawanan, akan tetapi kita beramasa semua elemen mengurangi potensi kerawanan itu dengan cara yang santun dan tidak bertentangan dengan hukum," pungkasnya.