Jumat, 10 Jul 2026
Security Kompleks Ngaku Tak Tahu Pemilik Rumah Penyimpan Emas 74 Kg yang Digeledah Polisi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 10 Jul 2026 11:06
Baru-baru ini publik tengah menyoroti video penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Dalam video memperlihatkan detik-detik polisi membongkar sebuah brankas yang tersembunyi di balik dinding salah satu kamar di lantai dua.
Kepala Kortas Tipidkor Mabes Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dollar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dollar Singapura (SGD), serta uang tunai Rp 100 juta di dalam rumah tersebut.
"Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di lokasi, Kamis (9/7/2026).
Usai penggeledahan, penyidik mengangkut barang bukti menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas pemilik rumah karena masih melakukan pendalaman.
"Saat ini masih pada proses untuk penggeledahan, kemudian beberapa pembuktian," katanya.
Hal ini membuat publik bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok pemilik rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang digeledah aparat kepolisian.
Bahkan, petugas keamanan kompleks tempat rumah tersebut berada mengaku tidak mengetahui siapa pemilik bangunan mewah itu meski rumah tersebut telah lama berdiri dan memiliki penjaga.
Security kompleks, Hardi, mengatakan selama bertugas ia belum pernah bertemu langsung dengan pemilik rumah.
Menurutnya, ia hanya mengenal penjaga rumah yang bernama Tata.
"Kalau pemiliknya saya kurang mengetahui. Belum pernah ketemu, adanya penjaga rumahnya saja, penjaga rumahnya sudah 4 tahunan," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Hardi menjelaskan rumah yang berada di Cluster Mediterania I Bukit Golf Hijau itu sangat jarang ditempati. Selama bertugas, ia hampir tidak pernah melihat aktivitas di dalam rumah tersebut.
"Ini rumahnya rumah weekend gitu, jadi pemilik rumah jarang kesini, kebetulan juga pemiliknya gak pernah kesini, kondisinya gini aja sepi," katanya.
Polisi Belum Ungkap Pemilik Rumah
Penggeledahan rumah mewah tersebut merupakan bagian dari penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kasus yang tengah diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN yang dikaitkan dengan peristiwa blackout Sumatera, serta perkara di ASABRI dan Krakatau Steel.
Rumah di Sentul menjadi satu dari 12 lokasi yang digeledah penyidik.
Lokasi lainnya meliputi Cafe de'Clan Signature dan sebuah money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Dalam penggeledahan yang berlangsung sejak Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) pagi itu, penyidik menemukan brankas berisi aset bernilai fantastis.
Barang bukti yang disita terdiri atas 74 kilogram emas batangan, uang tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dolar Singapura (SGD), serta uang tunai Rp100 juta. Jika dikonversi, total nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.
Usai penggeledahan, polisi memasang garis polisi di sekeliling rumah dan menyita seluruh aset yang ditemukan sebagai barang bukti.
Meski demikian, penyidik masih merahasiakan identitas pemilik rumah tersebut. Foto keluarga yang ditemukan di dalam rumah juga telah diamankan sebagai bagian dari barang bukti.
"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujar Kepala Kortas Tipidkor Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, Kamis (9/7/2026).
Rumah Berada di Kawasan Elite Sentul
Rumah mewah yang berlokasi di Jalan Parahyangan Golf Nomor 2, Cluster Mediterania I Bukit Golf Hijau, Sentul, itu berada di kawasan elite dengan sistem keamanan berlapis.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati dua pos pemeriksaan keamanan.
Bangunan dua lantai tersebut berdiri di posisi hook dekat bundaran dengan air mancur dan mengusung arsitektur perpaduan modern serta klasik.
Rumah tidak memiliki pagar maupun gerbang tinggi sehingga bagian depannya terlihat jelas dari jalan, hanya dibatasi pagar rendah yang dihiasi patung bergaya Romawi atau Yunani Kuno.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami keterkaitan rumah mewah tersebut dengan perkara dugaan korupsi dan TPPU yang sedang ditangani.
Identitas pemilik rumah maupun asal-usul aset bernilai ratusan miliar rupiah itu masih menjadi fokus penyelidikan penyidik.(tribunpekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/news/1108980/security-kompleks-ngaku-tak-tahu-pemilik-rumah-penyimpan-emas-74-kg-yang-digeledah-polisi?page=2
komentar Pembaca