Sentil APBD Rohil 1,8 Triliun, Annas Maamun Ungkap Potensi Minyak di Jumrah-Pematang Tombang
Admin
Senin, 05 Okt 2020 14:47
BAGANSIAPIAPI - Mantan Gubernur Riau yang juga mantan Bupati Rokan Hilir Annas Maamun menyentil besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rokan Hilir saat ini hanya 1,8 triliun.
Dia pun menyebutkan kalau jumlah tersebut tidak cukup untuk membangun Rokan Hilir.
Idealnya, sebut Annas, APBD Rokan Hilir Rp3,6 triliun mengingat potensi minyak yang dimiliki Rokan Hilir.
Hal tersebut diungkapnya saat Rapat Paripurna DPRD Rohil bersempena HUT Rokan Hilir Ke-21 yang dilaksanakan di Gedung DPRD Rohil.
''Bagaimana membangun Rokan Hilir ini yang bagus, dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan itu yang perlu kita bangun bersama-sama.Untuk membangun ini memerlukan dana,'' kata Annas.
Tanpa dana, dikatakan dia, tidak akan bisa. ''Bagaimana mau membangun kalau dana tidak ada. Kalau hanya APBD rohil, saya kira tidak cukup,'' imbuh dia lagi.
''Sekarang berapa APBD rohil, Rp5,8 T, hah..berapa..hah..1,8 triliun, itu merosot pak. Saya pernah jadi bupati. Waktu saya jadi bupati pernah 3,6 triliun, itu yang harus kita perjuangkan,'' kata Annas.
Kita, sebut Annas, jangan takut melawan pusat, saya juga dulu kan melawan pusat juga, berapa kali saya melawan pusat.
Annas menyebutkan pernah melawan pusat ketika penerimaan pegawai negeri harus S1. ''Ini ketua DPRD. Saya hitung-hitung di Kabupten Rohil S1 ini tak banyak anak-anak orang kampung. Banyak orang-orang kota. Maaf-maaf saja, harus didatangkan dari Sumatera Utara, Sumatera Barat,'' tantang dia.
''Ini saya bilang bukan Rokan Hilir, namanya saja Rokan Hilir. Ngapa pula orang lain jauh-jauh didatangkan, mohon maaf ini, mengapa pula,'' ungkap dia sembari meminta maaf kepada anggota DPRD dan undangan yang hadir.
Karena itulah, lanjut Annas, waktu itu dia bertahan. Rokan Hilir ridak akan menerima pegwai negeri selama hanya minta tamat S1. ''saya minta SMA,'' lugas dia.
Terkait dengan memperjuangkan APBN, Annas juga menyebutkan dia akan membantu pemerintah dan DPRD Rohil.Dia juga menyebutkan tak bisa kalau besaran APBD Rohil hnya 1,8 triliun, sementara Rohil adalah daerah penghasil minyak.
Annas pun berujar, kalau dia pernah menanyakan hasil survei Chevron di wilayah Rokan Hilir.
''Ini pak Berdasarkan survei saya tanyakan dengan chevron.Ini minyak di daerah Sinaboi- Bagan ini, mulai dari Jumrah- Pematang Tombang, mulai daerah Rantau Bais sampai Pematang Tombang. dari pematang tombang ke Sinaboi, itu minyaknya kalah nanti Bengkalis,'' ungkap dia.
''Kalau ini sudah dibuka oleh Chevron, Ini kita harus siapkan tenaga-tenaga kita untuk membangun,'' seru Annas lagi.
''Harus kita siapkan tenaga-tenaga kita bagaimana nanti merebut dana perimbangan. Sebab kita dapat dana perimbangan 15 persen. 9 persen untuk provinsi, 6 persen untuk kita,'' kata dia.
Annas menyebutkan, sekarang saja APBD Rohil Rp1,8 triliun, padahal idealnya, Rp3,8 triliun.
Disanalah, Annas mengajak jajaran legislatif Rohil dan Pemkab Rohil untuk berjuang bersama. Dan dia siap membantu untuk memperjuangkan itu.