Jumat, 29 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tanggapan Psikolog soal Insiden Berdarah di UIN Suska Riau

Peristiwa

Tanggapan Psikolog soal Insiden Berdarah di UIN Suska Riau

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 28 Feb 2026 16:55
(Fotoiniriau.com)
Pekanbaru - Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau digemparkan dengan insiden berdarah, Kamis (26)2) lalu. Seorang mahasiswi tingkat akhir FA, yang hendak menempuh ujian skripsi, menjadi korban penganiyaan berat oleh rekan satu fakultasnya.

Motif RM melakukan penyerangan brutal terhadap FA pun sederhana, sakit hati dan kecewa karena hubungan asmara mereka kandas.

Peristiwa penganiyaan berat terhadap.FA mendapat sorotan dari psikologi Herliasanti, Sabtu (28/2) di Pekanbaru. Menurutnya, tindakan kekerasan tidak bisa dijadikan solusi untuk suatu masalah. Terlebih lagi yang menjadi objek kekerasan itu adalah perempuan.

"Peristiwa yang menimpa mahasiswi UIN tersebut sangat tidak manusiawi. Kekerasan tidak bisa dianggap sebagai solusi dari suatu masalah, apalagi korbannya adalah perempuan. Artinya, perempuan hingga saat ini terus menjadi objek tindakan kekerasan atau penganiayaan," kata Herliasanti yang kesehariannya aktif di salah satu LSM Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Riau.

Herliasanti mengatakan perempuan adalah kelompok rentan atas tindakan penganiyaan atau kekerasan. Jadi, harus ada kesadaran kritis menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Harus ada kesadaran kritis dan dari dini untuk menghentikan sikap brutal terhadap kaum hawa. Kesadaran itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga. Contoh, bagaimana seorang ayah mengajarkan anak laki-lakinya untuk bersikap baik terhadap perempuan. Jika sikap itu ditanamkan sedari awal, maka tidak akan ada peristiwa seperti yang dialami FA saat ini," kata Herliasanti lagi.

Perempuan berkerudung itu juga tidak mengelak sikap anarkis pada generasi muda tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi. Saat ini siapa saja bisa mengakses konten-konten tertentu sesuai kebutuhannya. Seringkali, konten-konten tersebut diterima tanpa filterisasi terlebih dahulu.

"Di zaman canggih seperti ini, siapa saja bisa mengakses konten-konten tertentu. Hanya saja si pengakses konten tidak menyaring baik dan buruknya. Kalau merasa kesal atau marah, bisa dilampiaskan dengan tindakan kekerasan. Disinilah peran orang tua sesungguhnya mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan teknologi. Orang tua lah yang berkewajiban memberitahukan konsekuensi suatu sikap kepada anaknya," ujar Herliasanti menutup wawancara dengan iniriau.co, Sabtu siang.
Sumber: (iniriau.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.