Minggu, 12 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tim Gabungan Karhutla di Riau Temukan Phyton Mati Terpanggang Lindungi Telur dan Anaknya

Tim Gabungan Karhutla di Riau Temukan Phyton Mati Terpanggang Lindungi Telur dan Anaknya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2020 22:23
Tim
Tim Gabungan Karhutla Pekanbaru, Riau, Temukan Ular Phyton Mati Terpanggang,(2/3).
Pekanbaru - Seekor Ular jenis Phyton betina ditemukan mati terpanggang di lahan gambut yang terbakar pada Senin sore(2/3) lalu sekira jam 15.00 Wib. Tepatnya di jalan SM Amin Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Riau.

Lebih menyedihkan lagi, Ular Phyton tersebut mati saat sedang mengeram 20 butir telur. Dan tak hanya itu, anak-anak ular berukuran jari telunjuk dewasa juga ditemukan terpanggang di sekitar induknya.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, membenarkan informasi tersebut.

“Ular sepanjang 4,5 meter tersebut ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh Tim Gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telur ular. Yang mana saat itu tim gabungan sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi,” ungkap Kombes Sunarto, Selasa (3/3).

Dikesempatan itu, Kabid Humas Polda Riau tersebut juga menjelaskan bahwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak hanya merugikan manusia semata saja, melainkan hilangnya plasma nutfah Indonesia akibat ulah tangan manusia.

“Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” ujar Kombes Pol Sunarto.

Lalu Kabid Humas tersebut juga menjelaskan bahwa Petugas Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla, seminggu terakhir masih berjibaku di lapangan untuk padamkan api di beberapa daerah di Riau. Seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, serta Bengkalis.

“Siang harinya semua titik api telah kita padamkan dan tangani. Bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, akan tetapi tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam harinya. Seharusnya dengan kondisi suhu rendah, kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait," tutup Sunarto.
-win/rls-
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki