Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tragedi Buku dan Pena di NTT, Potret Kelam Terabaikannya Mental Anak di Pelosok

Berita

Tragedi Buku dan Pena di NTT, Potret Kelam Terabaikannya Mental Anak di Pelosok

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Feb 2026 08:41
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Kematian tragis seorang anak berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di daerah terpencil. Bocah malang tersebut diduga nekat mengakhiri hidup hanya karena tekanan mental akibat tidak mampu membeli buku dan pena untuk sekolah.

Peristiwa pilu ini menyoroti betapa kesehatan mental anak-anak di pedesaan sering kali luput dari radar pengawasan pemerintah maupun masyarakat sekitar. Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, menilai kasus ini adalah peringatan darurat akan pentingnya pemantauan kondisi psikologis anak di lingkungan pelosok.

"Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil sering kali kurang mendapatkan perhatian penuh terhadap aspek psikologis mereka. Kurangnya akses terhadap layanan psikologis membuat anak-anak merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan yang cukup," ujar Bagong, Jumat (6/2/2026).

YBR selama ini dikenal sebagai sosok pendiam dan penurut. Sejak bayi, ia tinggal bersama neneknya di sebuah pondok bambu sempit berukuran 2x3 meter di Desa Naruwolo. Kehidupannya jauh dari kemewahan; ibunya tidak bersamanya, sementara sang ayah merantau ke Kalimantan sejak sepuluh tahun lalu dan tak pernah kembali.

Kondisi ekonomi yang mencekik ini, menurut Bagong, merupakan faktor utama yang merusak kesejahteraan mental anak secara perlahan.

"Kondisi ekonomi yang sulit dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada anak-anak. Ketika orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, anak-anak sering kali merasakan dampaknya secara langsung maupun tidak langsung," jelasnya.

Bagong mendesak pemerintah untuk segera membangun community support system atau sistem dukungan komunitas melalui lembaga sosial lokal. Tujuannya agar ada jaringan pengaman emosional yang mampu menjangkau keluarga-keluarga di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi.

"Kesehatan mental anak harus menjadi prioritas. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan masyarakat sekitar sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," tambahnya.

Tragedi ini menjadi bukti nyata bahwa kemiskinan tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga mampu menghancurkan harapan dan mental seorang anak hingga ke titik paling nadir.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.