Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Usut Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Riau Periksa 10 Saksi

Peristiwa,

Usut Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Riau Periksa 10 Saksi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 25 Jul 2026 09:55
PEKANBARU - Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau tengah mempercepat penanganan dugaan pelanggaran etik yang menyeret dua anggota dewan, Parisman Ikhwan dan Indra Gunawan Eet. Penyelidikan ini menyusul insiden kericuhan antarpendukung yang sempat terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau beberapa waktu lalu.

Memasuki tahap awal klarifikasi hingga Jumat (24/7/2026), proses pengumpulan fakta terus berjalan. Tim penegak disiplin dewan ini telah meminta keterangan dari sedikitnya 10 orang saksi untuk mengurai kronologi peristiwa secara utuh sebelum mengambil keputusan.


Ketua BK DPRD Riau, Imustiar meminta semua pihak memberikan waktu agar proses pemeriksaan berjalan objektif sesuai mekanisme yang berlaku. Pihaknya kini tengah bekerja intensif memanggil sejumlah nama yang berada di lokasi kejadian.

"Kami mohon waktu kepada rekan-rekan. BK sedang bekerja. Tadi sampai malam kami meminta keterangan dari sekitar 10 orang saksi," terangnya.


Ia memastikan masih ada beberapa pihak lagi yang akan dimintai keterangan dalam waktu dekat, termasuk dari kalangan anggota dewan. Langkah meminta keterangan saksi ini sengaja didahulukan guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait peristiwa tersebut.

"Setelah semua keterangan dari saksi selesai kami kumpulkan, baru berikutnya kami memanggil beliau berdua. Mohon doa dari semuanya agar proses ini berjalan lancar," tambahnya.

Deretan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur di lingkungan legislatif daerah. Mulai dari pegawai sekretariat, petugas keamanan, hingga anggota DPRD Riau yang mengetahui langsung insiden keributan tersebut.

"Ada dari sekretariat, kemudian sekuriti. Tadi cukup banyak yang kami mintai keterangan dari sekuriti, kemudian juga dari anggota dewan," urainya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya proses internal maupun sanksi dari Partai Golkar yang menaungi kedua anggota tersebut, Imustiar memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih jauh.

"Itu no comment. Itu merupakan kewenangan dan domain partai," tegasnya.

BK menargetkan proses pemeriksaan ini dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan. Hasil klarifikasi dari seluruh saksi nantinya akan menjadi landasan pembuktian ada atau tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh kedua anggota dewan tersebut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/usut-dugaan-pelanggaran-etik-bk-dprd-riau-periksa-10-saksi.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki