Minggu, 31 Mei 2026

Peristiwa

Warga Protes Proyek di Sidomulyo Asal Jadi

Laporan : Jonathan Surbakti
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 21 Des 2024 18:12
(Foto : Jonatan Surbakti)
Proyek Aukas di Sidomulyo Asal jadi
Rohil-Warga RT 25 /RW 10 Dusun Pematang Muawan Sidomulyo Kepenghuluan Ujung tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir protes terhadap dua proyek pengerjaan peningkatan jalan yang terkesan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Kedua lokasi proyek itu berada di Dusun Pematang Muawan, Sidomulyo, proyek pertama di lokasi Jalan Sidomulyo menuju  Ujung Tanjung sepanjang 160 meter . Proyek kedua sepanjang 300 meter jalan Sidomulyo menuju Gang Terong ,

Anehnya kedua proyek peningkatan jalan ini, saat pantauan dilokasi tidak ada terlihat  plang proyek .menurut keterangan warga bahwa plang saat pagi awal pekerjaan ada terpasang , Tapi sore hari sudah hilang gak tau kemana , " Ujar salah satu warga .

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari warga, Proyek ini diketahui warga adalah Penunjukan Langsung (PL) dari Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang ( PUTR ) Rohil anggaran APBD-P 2024. Jenis  kegiatan Peningkatan Jalan Sidomulyo Kepenghuluan Ujung Tanjung sepanjang 160 meter, yang dikerjakan oleh CV.  Ridho Abadi degan nilai Proyek sebesar Rp 183.905.000 Juta Rupiah, masa kerja 21 hari, sedangkan konsultan proyek adalah Althis Konsultan .

 Namun Proyek kedua  Peningkatan jalan Sidomulyo menuju Gang Terong diketahui warga  tanpa ada plang. Kedua proyek ini menurut informasi warga dikerjakan oleh dua perusahaan kontraktor berbeda dari Duri .Bengkalis .

Kepala Dusun Syaiful Bahri didampingi ketua RT 24/RW/10 Sumanto saat ditemui dilokasi mengatakan , 
"  Kami melihat pekerjaan dua proyek Peningkatan Jalan di wilayah kami ini terkesan asal jadi pak ! Coba bapak lihat ini bahan material seperti batu krikil dan pasirnya hanya di ratakan saja, tanpa ada pembuatan body jalan terlebih dahulu , " Ujarnya sambil menunjuk posisi proyek jalan yang dikerjakan. 

 "Kalau kita lihat juga material yang digunakan untuk lapisan bawah jalan jenis batu krikil nya apakah best A atau B, tidak jelas karena batunya kebanyakan batu krikil bulat. Bukan batu  krikil pecah " Ujarnya protes . 

 " Kita sudah tegur kemarin orang proyeknya agar body jalan di kerjakan lebih dahulu,  baru bahan material nya di ratakan , namun pihak pekerja terkesan tidak respon  ," Ujar Syaiful Bahri bersama beberapa warga saat itu di lokasi. Sabtu,(21/12/2024).

Menurutnya, proyek ini secara kasat mata dan proses pekerjaannya  tidak seperti biasanya, terkesan asal asaan  saja, proyek ini dikerjakan hanya 2 hari saja, kami khawatir jalan ini tidak akan tahan lama," katanya kepada awak media .

Lebih parah lagi, saat Kepala Dusun Syaiful Bahri menunjukkan lokasi proyek kedua peningkatan jalan Sidomulyo menuju Gang Terong, sepanjang 300 meter , tampak jelas bahan material seperti tanah timbun masih terlihat beberapa tumpukan di tepi jalan yang belum di ratakan , dengan kondisi musim hujan saat ini kondisi jalan  semakin parah karena licin dan bisa membahayakan pengendera jalan  yang melintas ,  " Proyek ini sudah 4 hari berhenti pak , apakah proyek ini sudah selesai kami juga gak tau , " Ujarnya .

Menanggapi kondisi proyek ini , salah seorang warga bernama Ardi mantan seorang kontraktor yang paham dengan proyek, yang saat itu berada dilokasi bersama warga  juga memberikan komentarnya ," Biasanya Proyek peningkatan jalan seperti ini bahan material nya biasanya batu Best A atau B , namun kalau dilihat ini materialnya kebanyakan Batu krikil bulat , tapi kita tidak tau  besttex nya seperti apa " Ujarnya sambil tersenyum seakan curiga dengan pekerjaan proyek tersebut .

 " Ardi menjelaskan pengalamanya saat mengerjakan beberapa proyek peningkatan jalan , menurutnya bahan material dalam peningkatan jalan seperti ini harusnya bahan materialnya Batu jenis Best A , setelah best A biasanya dilanjutkan untuk  pengaspalan  ." Paparnya menceritakan pengalamanya .

Kepala Dusun Syaiful Bahri dan RT 25/ RW/10 Sidomulyo Sumanto,atas nama warga meminta Penanggung Jawab Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bisa turun ke lokasi untuk memantau dan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pengerjaan.proyek ini, 
Kami berharap ada transparansi dan pertanggungjawaban dalam penggunaan dana proyek." Katanya kepada media. (jon) 
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.