Ada Dugaan Kampaye Terselubung, Herliyan Saleh Gelar Halal Bi Halal Dengan Pendamping Desa
Jumat, 21 Agu 2015 05:44
BUKIT BATU - Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh yang ikut kembali
bertarung dalam Pilkada diduga melakukan kampaye terselebung dengan
menggelar acara halal bihalal dengan pengelola UED-SP, Pendamping Desa
Ekonomi (PDE), Pendamping Desa Pembangunan (PDP) se Kecamatan Bukit
Batu dan Siak Kecil di Gedung Bulopa Pertamina RU II Sungai Pakning,
Kamis (20/08/2015).
Berdasarkan pantauan terlihat Herliyan datang sebagai tokoh
masyarakat Kabupaten Bengkalis. Namun yang dibahas keberhasilannya
dalam menjabat sebagai Bupati dalam 5 tahun dalam membuat tiga program
unggulannya yakni Alokasi Dana Desa (ADD), UED-SP dan Inbup-PPIP uang
dinilai telah berhasil di laksanakan.
Dikatakan Herliyan bahwa Ada 3 dasar program yangg menjadi acuan dari
tahun 2012 untuk menghadapi semua persoalan di desa. Awalnya ADD
sangat terbatas diberikan dan tahun 2015 sudah dikucurkan dana sebesar
Rp 204 milyar untuk ADD tahun 2015,
"Saya masih ingat dan jangan diutak atik lagi walaupun tak menjadi
bupati lagi dan ini menjadi skala prioritas. Walaupun dipotong 1,3 T
alhamdulillah setelah dicarikan penggantinya dapat 1,1 T dan hanya di
potong 300 milyar dan tidak ada berdampak pada program ini,"jelas
Herliyan.
Program UED-SP dan Inbup-PPIP ini merupakan salah satu ambisi dan
obsesi Herliyan untuk bisa dikembangkan menjadi sebuah bank. Disetiap
desa memilki bank perkreditan rakyat dengan hanya modal 2 milyar
terhadap 155 desa yang ada dan ini akan membuka peluang kerja dan
masyarakat bisa menjadi direktur bank sesuai ketentuan otoritas jasa
keuangan (OJK).
"Saya impikan 155 BPR ini akan berkembang menjadi sebuah Bank besar
yang akan menyaingi bank yang didaerah," mimpi Herliyan, yang terkesan
berkampanye sekaligus menosialisasikan program dia kedepan apabila
terpilih kembali.
Sementara itu salah seorang Korcam PDP dari Kecamatan Bukit Batu,
Hidayat juga dengan terang-terangan menyuarakan untuk mendukung
Herliyan kembali untuk menjadi Bupati Bengkalis karena keberhasilan
programnya.
"Sejak pak Herliyan menjadi Bupati banyak perobahan dilakukan terutama
program INBUP-PPIP yang menyentuh ke masyarakat," kata Hidayat.
Dalam acara tersebut juga dihadiri Camat Bukit Batu Fadhlul Wajidi,
Anggota DPRD Bengkalis Fachrul Nizam, Kades, UEDP-SP, Pendamping Desa.
Sejumlah Elemen masyarakat di Kecamatan Bukit Batu mengecam terhadap
acara Halal bi Halal yang digelar H. Herliyan Saleh dengan Pendamping
Desa sekecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil di Gedung Bulopa Pertamina
RU II Sungai Pakning, Kamis (20/8) dan diduga acara tersebut sarat
muatan kampanye.
Seperti diungkapkan Ketua Depot Kreatifitas Anak Melayu (Dekam) Bukit
Batu H. Rusdi Ispandi bahwa sah-sah saja Herliyan mengadakan acara.
Apalagi porsinya saat itu sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis
akan tetapi kenapa saat acara dibahas keberhasilannya sebagai Bupati
selama 5 tahun dalam menggulirkan program ADD, UED-SP dan Inbup-PPIP.
"Inikan sudah menyalah dan diduga kampanye terselubung. Kalau sebagai
tokoh masyarakat yang diundang masyarakat jangan lagi melakukan
kampanye. Inikan sama saja dengan aksi penggalangan massa," tegas
Rusdi Ispandi.
Kecaman yang sama juga dilontarkan oleh Zulfan Mahendra salah seorang
tokoh pemuda asal desa Sungai Selari yang menilai acara tersebut sudah
menyalahi aturan. Karena Herliyan saat ini tidak lagi menjabat sebagai
Bupati Bengkalis dan belum ada penetapan dari KPUD Bengkalis sebagai
calon untuk lolos dalam pilkada nanti.
"Kita minta kepada pihak terkait diantara Panwas dan KPUD untuk
mengawasi setiap balon yang ikut dalam pilkada ini. Karena ada waktu
untuk masa kampanye dan tidak saat ini dengan membuat berbagai macam
acara yang intinya berkampanye secara terselubung," pinta Zulfan.
Kapasitas Herliyan tambahnya,melakukan Halal Bi Halal dengan sarjana
pendamping desa tendesinya perlu dipertanyakan. Sebab dicurigai
Herliyan bakal menggunakan tangan-tangan orang tersebut untuk
kepentingan politiknya memenangkan pilkada 09 Desember mendatang
ditingkat desa.(Sup)
(Sumber Berita : Halloriau.com)
Politik
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara