Politik
Anggaran Selalu Minim, Anggota DPRD Inhil Pertanyakan Komitmen Wardan Perbaiki Trio Tata Air Perkebunan Kelapa
Laporan: Aditya Prahara
Selasa, 04 Okt 2016 10:48
TEMBILAHAN - Peruntukan anggaran untuk perbaikan trio tata air perkebunan kelapa selama 3 tahun pemerintahan HM Wardan selalu minim.
Padahal, bupati setiap saat berjanji kepada masyarakat untuk memprioritaskan perbaikan trio tata air perkebunan kelapa yang sudah rusak parah akibat intrusi air laut.
Pernyataan tersebut disampaikan Samino, anggota DPRD Inhil dari Komisi II, Senin (03/10/16).
"Selain itu, kami dari Komisi II DPRD Inhil tidak henti hentinya memperjuangkan agar anggaran untuk penyelamatan kebun kelapa diprioritaskan sesuai slogan bupati, namun kenyataannya satuan kerja terkait kita nilai justru bertindak sebaliknya, karena anggaran untuk itu selalu minim, " ungkap Samino.
"Tahun 2016 ini saja hanya sekira Rp 10 miliar lebih, sementara yang mau diperbaiki sudah sangat masif, " ujarnya.
Akibatnya kata Samino lagi, komitmen dan kredibilitas bupati HM Wardan yang menjadikan penyelamatan perkebunan kelapa sebagai program unggulan dipertanyakan.
"Kami tidak melihat kebijakan bupati ini berbanding lurus dengan apa yang dijalankan satuan kerja terkait dan yang lebih parah, sang bupati pun seolah membiarkan kebijakannya tidak dilaksanakan dengan maksimal, aneh memang, " tukas Samino.
Ditempatkan terpisah, seorang tokoh muda Inhil yang cukup kritis memantau kinerja pemerintahan Inhil, Edy Indra Kesuma mengatakan bahwa pada hakikatnya, masyarakat Inhil tidak menolak pembangunan yang bernuansa prestise.
"Namun karena masih banyak yang lebih penting, apalagi janji bupati yang akan memprioritaskan perbaikan kebun kelapa tidak ditunaikan dengan maksimal, pembangunan lain yang dilakukannya akan selalu menjadi bahan sorotan dan kritikan tajam. Bupati tidak berbuat seperti yang dikatakannya, " paparnya.
Lebih jauh Edy Indra Kesuma menjelaskan bahwa ketidak tegasan HM Wardan dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Inhil semakin terpapar jelas dari minimnya pelaksanaan program unggulannya sendiri.
"Katanya fokus membenahi perkelapaan?, tapi anggaran tidak diarahkan kesana secara signifikan dan lucunya lagi, dana yang adapun tidak dilaksanakan maksimal, " jelasnya.(dit)
Politik
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon