Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN Prabowo Geram dengan Indonesia Barokah, TKN: Hoaker Terganggu

Politik

BPN Prabowo Geram dengan Indonesia Barokah, TKN: Hoaker Terganggu

Rabu, 23 Jan 2019 13:37
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno geram dengan peredaran tabloid 'Indonesia Barokah' yang menyudutkan pasangan nomor urut 02 itu. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberi sindirian.

"Jika Bawaslu menyatakan tidak ada pelanggaran kenapa harus ada keresahan?" umgkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Tabloid 'Indonesia Barokah' beredar di masjid-masjid yang di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bawaslu Blora yang telah melakukan penyelidikan memutuskan tak ada pelanggaran terhadap isi dari tabloid tersebut.

Konten-konten dalam 'Indonesia Barokah' memang cenderung menyudutkan Prabowo-Sandiaga. Namun Bawaslu Blora menyimpulkan tabloid 'Indonesia Barokah' tidak mengandung unsur ujaran kebencian. Tabloid itu hanya memuat rangkuman informasi dari media mainstream serta memuat sebuah fakta dan bukan hoaks.

BPN Prabowo-Sandiaga menduga ada kekuataan besar dibalik pembuatan dan penyebaran tabloid tersebut. Irma pun bingung mengapa kubu pasangan nomor urut 02 itu merasa terganggu padahal isi berita 'Indonesia Barokah' merupakan fakta.

"Resah karena banyak fakta yang mengklarifikasi Berita hoax selama ini mungkin? Jadi para hoaker merasa terganggu," tutur politikus NasDem itu.

Seperti diketahui, tabloid 'Indonesia Barokah' tersebar di sejumlah wilayah di Jateng. Penyebaran tabloid tersebut membuat resah karena beredar di masjid-masjid. Belakangan, tabloid 'Indonesia Barokah' diketahui juga tersebar di wilayah Jawa Barat.

Tabloid dikirimkan melalui paket pos ke masjid-masjid di kampung. Namun pengirim paket menyembunyikan identitasnya. BPN Prabowo-Sandiaga mengaku tengah melacak soal penyebaran tabloid 'Indonesia Barokah'. Mereka juga sudah melapor ke pihak kepolisian dan Bawaslu.

"Kami sudah laporkan kepada pihak yang berwajib karena tabloid-tabloid itu kan isinya tendensius dan juga tidak jelas penerbitnya, berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum serta memecah belah," ujar Direktur Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad.


(Detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor