Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Bagikan Sertifikat di Bogor, Jokowi Singgung Fitnah di Tahun Politik

Politik

Bagikan Sertifikat di Bogor, Jokowi Singgung Fitnah di Tahun Politik

Sabtu, 01 Des 2018 14:50
Detik.com
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini membagi-bagikan sertifikat tanah kepada 3.000 orang warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jokowi menyinggung soal maraknya fitnah di tahun politik.

Jokowi awalnya bicara tentang jumlah bidang tanah yang belum bersertifikat. Jokowi mengatakan dari 126 juta bidang tanah, yang bersertifikat hanya 46 juta.

"Dari 126 juta yang harusnya bidang bersertifikat baru di 2014, baru 46 juta yang bersertifikat. Artinya masih 80 juta yang belum bersertifikat di seluruh tanah air," kata Jokowi di depan warga.

"Banyak tidak 80 juta? Sebelumnya, dulu-dulu setahun hanya 500 ribu sertifikat keluar. Artinya apa? Kita harus tunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat," imbuhnya.

Jokowi lalu mengimbau warga untuk menjaga kerukunan. Saat inilah capres petahana itu menyinggung soal maraknya fitnah, khususnya di tahun politik seperti sekarang.

"Masuk ke politik itu nanti banyak sekalian informasi-informasi yang tidak betul. Fitnah-fitnah yang sudah beredar itu pembagian sertifikat itu bohong. Seperti itu banyak yang belum dapat. Memang belum dapat, memang dari 80 juta yang sudah berpuluh-puluh tahun nggak terurus, kami urus sekarang, kami urus. Sebab itu kenapa saya suruh angkat tinggi-tinggi, ya karena tadi supaya betul-betul saya tahu sertifikat sampai ke Bapak Ibu sekalian," papar Jokowi.

Jokowi menuturkan, di tahun politik banyak isu bohong yang berkembang di masyarakat. Capres nomor urut 01 itu menyinggung soal informasi yang menyebut dia keturunan PKI.

"Kembali lagi, kalau udah masuk ke tahun politik seperti ini, ke depannya ada pilpres, ada pilihan legislatif, itu pasti beredar banyak sekali Informasi yang tidak betul, banyak fitnah, banyak hoax. Coba sekarang beredar fitnah dimana-mana Presiden Jokowi itu PKI. Sekalian-sekalian, saya lahir itu tahun 1961, PKI itu dibubarkan tahun 1965/66, berarti umur saya baru 4 tahun," ujar Jokowi.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 14:07

    Ribuan Personel Polda Riau Naik Pangkat, Kapolda Ingatkan Tanggung Jawab Pengabdian

    PEKANBARU - Suasana penuh rasa syukur mewarnai Lapangan Upacara Polda Riau, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 1.126 personel kepolisian dan 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Riau resmi meneri

  • Jumat, 03 Jul 2026 14:02

    Said Iqbal Minta Klaim JHT Bebas Pungutan Pajak

    Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengusulkan adanya perluasan insentif pajak untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Saa

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:16

    Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT

    SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:14

    DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Tiga Pansus Bahas Tujuh Ranperda Baru

    SELATPANJANG - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pembentukan regulasi baru ini dirancang untuk m

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:12

    Sakit, Anggota Polres Rohul Meninggal Dunia di Kontrakannya

    Keluarga besar Polres Rokan Hulu berduka atas meninggalnya salah seorang personelnya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga, Banit 1 SPKT Polres Rokan Hulu, yang wafat akibat sakit pada Kamis (2/7/2026) sekitar

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor