Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Politik
  • DPR Inisiasi Lembaga Keuangan Asia Sidang APA Hasilkan Lima Resolusi

DPR Inisiasi Lembaga Keuangan Asia Sidang APA Hasilkan Lima Resolusi

Laporan :Joko Prasetyo
Jumat, 21 Agu 2015 07:11
JAKARTA-Indonesia menjadi tuan rumah dalam sidang komite  bidang ekonomi dan pembangunan berkelanjutan Asian Parliament Assembly (APA), yang berakhir Kamis (20/8) kemarin.). Dalam sidang yang dihadiri delegasi negara se-Asia ini, dihasilkn lima rekomendasi bidang ekonomi antar negara di Asia.

 Kelima draf resolusi hasil pembahasan yang disepakati tesebut yaitu soal pembanguinan sumber daya energi berkelanjutan, penanganan lingkungan, pengentasan kemiskinan di kawasan Asia, Human Traficking dan Terorisme.

 Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang membuka sidang pada Rabu (19/8), sekaligus menutup sidang APA, Kamis (20/8) kemarin, menjelaskan ada gagasan progresif untuk menghadapi krisis ekonomi di Asia, termasuk persiapan apabila krisis terus berkepanjangan. Beberapa gagasan ini belum dapat diadopsi misalnya, munculnya lembaga keuangan baru di wilayah Asia, seperti yang pernah digagas yaitu Asian Monetary Fund, Asian Currently, meskipun itu baru sebatas ide-ide.

 "Kita dukung perlunya protokol untuk pengamanan mengatasi krisis. Semacam IMF nya Asia lah kira-kira begitu. Ttapi, ini memang belum menuju ke sana. Ini baru sebatas gagasan. Meski ini domainnya eksekutif, tetapi DPR berupaya menginisiasinya," kata Fadli Zon usai menutup Sidang APA di Jakarta, kemarin.

 
Fadli mengatakan, pembentukan lembaga keuangan baru untuk wilayah Asia tersebut, merupakan pemikiran dan keinginan agar negara-negara di Asia memiliki satu kekuatan untuk menghadapi terpaan kriris. Keinginan itu bercermin dari negara-negara di eropa yang membuat kekuatan Uni Eropa, sehingga menjadikan negara-negara di benua bagian barat dunia itu menjadikan lebih kuat dalam menghadapi persoalan termasuk krisis keuangan yang dialamai negara-negara anggotanya.

 
"Isu global financial juga menjadi topic bahasan, kami banyak mendapat masukan dari para narasumber yang dihadirkan dalam sidang. Juga general statemen dari tiap negara," ujarnya.

 
Usulan ini muncul setelah adanya krisis yang menerjang perekonomian Asia. Salah satu sebabnya, adanya devaluasi mata uang Yuan. Hal ini berdampak pada ekonomi di seluruh Asia, termasuk Indonesia. Saat ini, antisipasi akibat devaluasi mata uang Yuan ini baru sekitar 3,5 persen, padahal, rencananya antisipasi dampak ekonomi ini mencapai 10 persen. Kondisi yang sudah dirasakan oleh Indonesia adalah melemahnya nilai tukar rupiah.

 
Fadli Zon menegaskan, DPR menjadi yang terdepan dalam diplomasi parlemen se-Asia. Indonesia, kata dia, sudah menunjukkan peran yang besar di Asia. Dalam parlemen se-Asia ini, DPR akan menjadi pendukung diplomasi pemerintah dengan negara lain untuk kepentingan nasional (tio)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.