Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Selatan Agus Sutikno mempertanyakan motovasi Nizar Dahlan yang melaporkan Suharso Monoarfa ke KPK atas tudingan gratifikasi. Laporan itu selain tidak berdasar juga didorong oleh kepentingan yang tidak jelas dan politis.
Agus menegaskan kepada seluruh kader partai agar tidak terjerumus dalam agenda setting yang tidak produktif. "Kami sudah cukup paham (motif Nizar Dahlan), kami sudah cukup mendapatkan banyak ilmu dari pelatihan-pelatihan baik LKKU, LKKM dan lain sebagainya," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).
Oleh karena itu, dirinya juga tidak akan mudah terpengaruhi kepada hal yang analisisnya dangkal dan tidak jelas. "Ini kan jelas, datangnya tiba-tiba yaitu jelang muktamar," tegasnya.
Dikatakan Agus, apa yang disampaikan Nizar Dahlan tidak layak didengar oleh para kader PPP. Agus mengatakan sebagai kader yang dari hari ke hari berkiprah di PPP dirinya berpendapat yang pantas didengar adalah para senior-senior yang istiqoamah dalam mengelola partai.
"Yang patut didengar adalah mereka yang ketika partai susah dia ada dan ketika senang juga ada," katanya.
Belum Pernah Lihat