Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Di Acara Prabowo, Eks Komisioner KPU Sindir Pemimpin yang Baca Doraemon

Politik

Di Acara Prabowo, Eks Komisioner KPU Sindir Pemimpin yang Baca Doraemon

Sabtu, 26 Jan 2019 16:26
Detik.com
Chusnul Mariyah
JAKARTA - Eks komisoner KPU Chusnul Mar'iyah mengatakan seorang pemimpin harus banyak membaca buku untuk mewujudkan tujuan Indonesia sesuai amanat konstitusi. Pemimpin, menurut Chusnul, jangan hanya membaca komik 'Doraemon'.

"Karena itu kalau kita menginginkan ada pergantian pemerintahan di 2019, kita perlu kembali ke visi kebangsaan kita. Melindungi segenap rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Apakah sudah sekarang ini? Kedaulatan negara ini diserahkan dengan sukarela tanpa rasa malu oleh rezim ke asing," kata Chusnul di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

"Apakah leaders mampu melakukan itu kalau bacaannya 'Doraemon'? Kita membutuhkan pemimpin yang bisa membaca," lanjutnya.

Chusnul kemudian mengungkapkan sejumlah ketimpangan ekonomi yang ada di Indonesia. Menurut dia, Indonesia saat ini mengalami oligarki ekonomi dan oligarki politik.

"Satu persen penduduk Republik Indonesia yang mungkin nanti Bang Noorsy (Ichsanuddin Noorsy) bisa jelaskan lebih lanjut. Menguasai 45,9 persen kekayaan. 72 persen tanah di republik ini dikuasai oleh 1 persen penduduk. 4 orang terkaya di republik ini kekayaannya dengan 100 juta rakyat miskin yang sebagian besarnya adalah perempuan," tutur Chusnul.

Dia pun mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilu 2019 agar berlangsung jujur dan adil. Chusnul meminta masyarakat mengawasi partai politik dan penyelenggara pemilu.

"Pertama, yang harus diawasi parpol dan peserta pemilu," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mengawasi calon petahana. Sebab, menurut Chusnul, petahana mempunyai aparat yang berpotensi disalahgunakan.

"Yang kedua siapa? Petahana. Kenapa petahana diawasi? Karena dia menguasai aparatus negara, menguasi APBN, menguasai APBD. Maka harus diawasi. Salah satu contohnya. Tolong kalau nanti sudh pulang ke daerah masing-masing. Diawasi itu dana desa, ada 74 ribuan kepala desa, lurah yang menerima dana desa dan itu bisa saja menjadi cara dan metode untuk mnyandera para kepala desa. Mau 2 periode atau mau dipenjara?" sebut Chusnul.


(Detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:31

    Disdik Riau Janji Tuntaskan Penugasan Guru PPPK Bulan Ini, Aksi Unjuk Rasa Berakhir Kondusif

    PEKANBARU â€" Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Jumat (3/7/2026), membuahkan hasil. Setelah

  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:28

    Indonesia Hadirkan Inovasi Pertanian Cerdas dan Ragam Pangan Nusantara pada Konferensi Global FAO di Roma

    ROMA â€" Upaya Indonesia untuk membangun sistem agripangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan menjadi sorotan utama di markas besar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia melalui

  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:26

    IMM Riau Datangi Polda, Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penganiayaan Aktivis Mahasiswa

    Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Riau menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Jumat (3/7/2026

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor