Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Disebut NasDem Tak Menguntungkan Jika Masuk Kabinet Jokowi, Ini Respons PAN

Politik

Disebut NasDem Tak Menguntungkan Jika Masuk Kabinet Jokowi, Ini Respons PAN

Sabtu, 29 Jun 2019 16:29
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay (Foto: dok. pribadi)
JAKARTA - NasDem menilai PAN, PKS, dan Gerindra tidak akan menguntungkan jika masuk ke koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin khawatir partai lain bisa menjadi pesaing, terutama terkait pembagian kursi jabatan.

"Bagi anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf, masuknya partai-partai lain bisa jadi menjadi saingan di internal mereka. Setidaknya mereka khawatir ada porsi yang akan dibagi ke partai-partai yang akan bergabung itu. Wajar jika mereka berbicara seperti itu," kata Saleh saat dihubungi, Sabtu (29/6/2019).

Saleh mengaku PAN tidak mengincar jatah kursi yang bakal diberikan apabila bergabung ke koalisi Jokowi. PAN, disebutnya, tetap memprioritaskan masyarakat, baik jika berada di dalam koalisi pemerintah maupun menjadi oposisi.

Justru Saleh menilai pernyataan para politikus koalisi Jokowi-Ma'ruf semakin terlihat khawatir terhadap isu ada partai lain yang akan bergabung ke koalisinya. Sebab, akan memperketat daya tawar di dalam koalisi itu.

"Kelihatan kok dari pernyataan partai-partai itu. Semakin sedikit bargain partai itu di koalisi Jokowi, kekhawatirannya semakin tinggi," ujarnya.

Meski begitu, Saleh mengaku sikap resmi PAN baru akan ditentukan setelah dilakukan evaluasi. Katanya, di lingkup internal PAN juga muncul dinamika politik yang mendorong agar PAN bergabung dengan koalisi Jokowi maupun sebagai oposisi.

"Jujur saja, ada yang mengusulkan PAN agar tetap menjadi oposisi. Namun, tidak dimungkiri, ada juga yang menyarankan agar PAN bergabung dengan koalisi pemerintah. Memilih salah satunya tentu tidak mudah. Perlu mendengar masukan dari wilayah dan daerah," ujarnya.

Senada dengan Saleh, politikus PAN Dian Fatwa menilai NasDem khawatir jatah kursinya akan diambil parpol lain jika merapat ke kubu Jokowi. Namun dia sepakat jika oposisi juga diperlukan untuk kebaikan demokrasi.

"Bung Taufiqulhadi khawatir kali jatah NasDem berkurang karena koalisi 01 kan gemuk, ha-ha-ha.... Ini becanda ya, karena Taufiq sahabat saya juga," kata Dian.

Dian menilai oposisi masih diperlukan untuk memantau kinerja pemerintah dan membangun demokrasi yang sehat. Tetapi PAN akan menentukan sikapnya seusai rakernas, yang digelar pada Juli atau Agustus mendatang.

"Saya sepakat dalam konteks oposisi itu diperlukan untuk kemajuan demokrasi. Sebab, tanpa checks and balances, tidak ada akan ada transparansi dan akuntabilitas dan itu diperlukan untuk membangun demokrasi yang sehat," ujar Dian.

Sebelumnya, Partai NasDem khawatir apabila PAN, PKS, dan Gerindra bergabung dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran partai-partai pendukung Prabowo Subianto itu dinilai justru akan membelah kabinet.

Selain itu, politikus Partai NasDem Taufiqulhadi mengungkap kondisi PAN, PKS, dan Gerindra tidak akan menguntungkan jika bergabung dalam koalisi Jokowi. Persatuan seluruh parpol justru tidak baik untuk demokrasi.

"PAN, Gerindra, dan PKS itu tidak menguntungkan berada di kabinet bersama-sama, berada di dalam sama-sama dan nggak baik untuk demokrasi Indonesia," ujar Taufiqulhadi.
Sementara itu, NasDem tidak mempermasalahkan jika Partai Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi. Taufiqulhadi mengatakan beberapa kader PD bahkan pernah memasang gambar Jokowi. Itu dinilai Taufiqulhadi sebagai bentuk keinginan PD berpindah koalisi.

"Kita ketahui kader-kader Demokrat pernah memasang gambar Jokowi, jadi sudah lama. Memang yang paling siap untuk bergabung dalam koalisi Jokowi itu Demokrat," ujar Taufiqulhadi.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 15:28

    Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi

    Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:03

    BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran

    Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:00

    Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda

    Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:25

    Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian

    SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:23

    Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan

    PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor