Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Eggi Samakan Jokowi dan Ratna Sarumpaet, Ngabalin: Ilmu Dia Rendah

Politik

Eggi Samakan Jokowi dan Ratna Sarumpaet, Ngabalin: Ilmu Dia Rendah

Sabtu, 26 Jan 2019 11:12
Detik.com
JAKARTA - Politikus PAN Eggi Sudjana menyamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ratna Sarumpaet yang menyebarkan hoax, gara-gara pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tak kunjung terealisasi. Ali Mochtar Ngabalin menilai Eggi tak paham dengan penjelasan Jokowi soal wacana pembebasan Ba'asyir.

"Seorang Presiden disejajarkan dengan Ratna Sarumpaet, itu rendah sekali ilmu Eggi Sudjana. Dia seribu persen tidak paham kata-kata Presiden Jokowi," kata Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (26/1/2019).

Eggi telah menuding Jokowi menyebarkan hoax terkait rencana pembebasan Ba'asyir. Pengacara itu berpendapat, seharusnya Jokowi diperlakukan sama seperti Ratna yang juga bikin hoax. Sebagaimana diketahui, Ratna berkasus gara-gara menyebarkan hoax bahwa dirinya dianiaya.

Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) heran, karena Eggi yang dulu dikenal sebagai pengacara terlihat tidak memahami mekanisme pembebasan seorang narapidana.

"Masa Eggi tidak tahu bahwa dalam pembebasan terpidana itu perlu telah menjalani 2/3 masa hukuman? Tidak mungkin Eggi tidak tahu," kata Ngabalin heran.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan alasan rencana pembebasan Ba'asyir dilatarbelakangi pertimbangan kemanusiaan. Ba'asyir sudah dalam kondisi usia lanjut. Kesehatan Ba'asyir juga sering terganggu. Penjelasan Jokowi itulah yang menurut Ngabalin tak dimengerti oleh Eggi.

"Presiden Jokowi sudah tegas menyatakan, pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir adalah karena pertimbangan kemanusiaan dan harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya adalah telah menjalani 2/3 masa hukumannya. Presiden juga tegas bahwa dirinya tidak mungkin melanggar peraturan perundang-undangan," tutur Ngabalin.

Ngabalin menyatakan Jokowi tak pernah membuat janji untuk membebaskan Ba'asyir, melainkan Jokowi patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

"Eggi jangan bawa materi ini ke ranah politik untuk mengangkat elektabilitasnya di Pileg 2019. Jangan bawa ke ranah politik. Ini murni ranah hukum," ujar Ngabalin.

Syarat yang tak dipenuhi Ba'asyir supaya bisa bebas dari penjara adalah setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Kalau masa ini ada sistem hukum, ada mekanisme hukum yang harus kita tempuh, saya justru nabrak kan nggak bisa. Apalagi ini situasi yang basic. Setia pada NKRI, setiap pada Pancasila," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019) lalu. Jokowi menyatakan itu adalah perkara bebas bersyarat, bukan bebas murni.

Sedangkan Tim Pengacara Muslim (TPM) yang mengadvokasi Ba'asyir bingung dengan pernyataan soal kliennya menolak menandatangani ikrar setia kepada NKRI. TPM menyebut Ba'asyir belum pernah disodorkan dokumen tersebut.

Eggi Sudjana berujar, isu pembebasan Ba'asyir adalah hoax belaka. "Dalam konteks pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Jokowi harus diperlakukan sama seperti Ratna Sarumpaet. Kenapa? Dia buat hoax," kata Eggi kepada wartawan seusai deklarasi 'Korsa untuk Jawa Tengah' di Gedung Joang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/1) kemarin.


(Detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:31

    Disdik Riau Janji Tuntaskan Penugasan Guru PPPK Bulan Ini, Aksi Unjuk Rasa Berakhir Kondusif

    PEKANBARU â€" Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Jumat (3/7/2026), membuahkan hasil. Setelah

  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:28

    Indonesia Hadirkan Inovasi Pertanian Cerdas dan Ragam Pangan Nusantara pada Konferensi Global FAO di Roma

    ROMA â€" Upaya Indonesia untuk membangun sistem agripangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan menjadi sorotan utama di markas besar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia melalui

  • Sabtu, 04 Jul 2026 08:26

    IMM Riau Datangi Polda, Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penganiayaan Aktivis Mahasiswa

    Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Riau menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Jumat (3/7/2026

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor