Minggu, 05 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Hanura: Sandi Tak Paham Makna Etos Kerja Kerja Kerja Jokowi

Politik

Hanura: Sandi Tak Paham Makna Etos Kerja Kerja Kerja Jokowi

Sabtu, 05 Jan 2019 11:18
Detik.com
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno menilai pembangunan sebuah bangsa tak cukup jika hanya kerja, kerja, kerja, melainkan harus mementingkan esensi perbaikan ekonomi. Hanura menanggap Sandiaga tak paham makna etos kerja Jokowi.

"Sandi tidak paham makna etos kerja, kerja, kerja yang menjadi ciri khas semangat membangun negeri yang dicetuskan oleh Pak Jokowi, yang mencakup bukan saja pembangunan ekonomi rakyat semesta, tapi juga pengembangan inovasi serta ekonomi kreatif untuk semakin meningkatkan pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia, terutama untuk kaum milenial dan perempuan," ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah saat dihubungi, Jumat (4/1/2019).

Sandiaga saat berkampanye di Tarakan Barat, Kalimantan Utara, menyampaikan kepada pengusaha milenial serta para penjual udang dan kepiting untuk melakukan inovasi dan tidak hanya bekerja. Hal itu disampaikan agar sumber daya alam negeri bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan anak bangsa sendiri, bukan dinikmati orang asing.

Menurut Sandiaga, jangan sampai tiadanya kesejahteraan membuat para pekerja Indonesia mengadu nasib di negara orang, sedangkan orang asing menikmati dan mengeksplorasi hasil bumi Kalimantan Utara.

Menanggapi hal tersebut, Inas menilai eks Wagub DKI itu selalu menarasikan kehidupan masyarakat Indonesia dalam keadaan sulit dan pemerintah tak hadir dalam perekonomian rakyat. Apa yang disampaikan Sandi, menurut Inas, hanya untuk menutupi kelemahan soal menyajikan data indikator perekonomian Indonesia yang sudah naik jadi 7 persen.

"Misalnya dia mengatakan bahwa milenial harus fokus pada penciptaan lapangan kerja, bukan mencari kerja, atau dengan kata lain bahwa milenial harus menjadi wirausahawan. Karena keterbatasan tersebut sehingga Sandi tidak tahu bahwa rasio kewirausahaan kita yang pada tahun 2014 hanya 1,2%, meningkat menjadi 7% di tahun 2018, sedangkan standar internasional adalah 2%," tutur Inas.




(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 16:28

    Pramono Bocorkan Desain Jembatan Gembok Cinta di Rasuna Said

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kawasan Jalan HR Rasuna Said akan dilengkapi dengan tiga hingga empat jembatan yang dikenal sebagai "Gembok Cinta". Jembatan-jembatan ini akan

  • Sabtu, 04 Jul 2026 16:15

    Direktur Baru PTPN I Siapkan Lima Pilar Transformasi Perusahaan Menuju Agribisnis Modern

    Abdul Rivai Ras, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I yang baru, telah mengumumkan inisiatif besar untuk memodernisasi perusahaan. Ia menyiapkan lima pilar transformasi strategis demi mempe

  • Sabtu, 04 Jul 2026 15:51

    Pengembangan Kelapa Genjah di Pesisir Penajam Paser Utara Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan

    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dengan mengembangkan kelapa genjah di wilayah pesisir. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat se

  • Sabtu, 04 Jul 2026 15:50

    Ginda Burnama Minta Jangkauan Bus Listrik Pekanbaru Sampai ke Tiga Kabupaten

    PEKANBARU â€" Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru mengoperasikan bus listrik mendapat perhatian dari Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Pekanbaru, Ginda Burnama. Ia mengingatkan agar seluruh perencanaan

  • Sabtu, 04 Jul 2026 15:05

    Indonesia Perluas Pasar Global, Ekspor Perdana Tuna Loin Maluku Tembus Thailand

    Indonesia mencetak sejarah baru dalam perdagangan internasional dengan berhasil mengirimkan ekspor perdana tuna loin beku dari Maluku menuju Thailand. Pengiriman ini melibatkan 11 metrik ton tuna loin

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor