Pilkada Rohul
Inilah Beberapa Kebijakan Suparman-Sukiman Jika Terpilih Jadi Pemimpin Rohul
Laporan : Fahrin Waruwu
Minggu, 16 Agu 2015 18:44
Kebijakan pertama, yakni terkait tenaga honorer di Pemkab Rohul, selama ini hanya memakai baju hitam putih sepertinya kayak dinomor duakan, padahal kinerja mereka dinilai cukup profesional untuk membantu pemerintah membangun Rohul, jadi jika Suparman-Sukiman terpilih seragam mereka akan disamakan seperti pegawai lainnya, sebab sesuai dengan aturan Aparatur Sipil Negara (ASN) status mereka, kini sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Kasihan kita melihat adik-adik itu, mereka kan juga ingin memakai baju seperti layaknya pegawai, jadi kalau kita menang nanti baju mereka akan kita samakan dengan pegawai negeri, kemudian kesejahteraan dan perlindungannya kita upayakan bagaimana lebih baik," tutur Suparman.
Kedua, untuk wartawan dan Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM), menurut Suparman
baik wartawan LSM, merupakan mitra kerja pemerintah daerah, termasuk pilar kebangsaan di negeri ini, jika Suparman-Sukiman dipercaya menakhodai Rohul untuk lima tahun mendatang, dirinya akan membangun kantor untuk wartawan dan LSM, sehingga bisa terkoordinir dengan signifikan.
"Wartawan nanti jika ada kegiatan-kegiatan pemerintah daerah cukup berkoordinasi ke sekretariat yang telah disediakan, kemudian setidak dalam setahun itu diadakan pelatihan-pelatihan jurnalistik, bagitu juga dengan LSM, bisa melakukan outpout dan input, sehingga pembangunan itu bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.
Ketiga, memfungsikan peran ulama, Suparman menegaskan ulama itu tempat bertanya dan tempat umaro untuk berkonsultasi, seorang pemimpin harus tunduk pada ulama, jika pemimpin tugasnya melayani rakyat, maka ulama tugasnya membimbing umat. Jadi tidak adalagi khalifah politik, mengemis pada umaro untuk mengantar proposal sepaya mendapat bantuan.
"Kita
atur daerah ini dengan bimbingan ulama, karena seorang pemipin yang gersang spritual akan rakus harta dan berbuat sekehendak hatinya, jika pemerintah ingin membuat kebijakan maka ulama yang akan mengontrolnya, jadi saya dan Sukiman memang akan meningkatkan kos anggaran untuk ulama, sehingga bisa berkarya lebih banyak untuk membina umat, sebab jika sesuatu itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya, maka urusan agama kita serahkan kepada ahlinya,"
beber Suparman.
Keempat, tidak akan memaksakan umat Islam beribadah di suatu tempat, Suparman-Sukiman lebih menekankan jika umat itu berkarya sendiri, daripada harus memaksakan mereka untuk beribadah di suatu tempat.
Karena secara pribadi lanjut Suparman, dirinya tidak berani memerintahkan untuk
mengosong masjid, meskipun dirinya nanti dianugerahi Allah SWT menjabat sebagai Bupati Rohul. "Kita tata semuanya dengan rapi dan baik, sehingga tidak ada hak-hak yang dikerdilkan kita ajak rakyat duduk bersama kita bicarakan mana yang terbaik untuk rakyat, karena sebenarnya rakyatlah yang berkuasa," paparnya. (Fah) Politik
Oknum Kaur Desa Kasang Mungkal Rohul Diduga Acap Jual Nama Bupati dan Wabup
PEKANBARU - Gelombang penolakan terhadap seorang aparatur Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah tak terbendung.Warga bersama ninik mamak dari tiga suku di
Kejari Pelalawan Jual Barang Rampasan Negara, Motor dan Ponsel Paling Diminati
PELALAWAN â€" Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menggelar penjualan langsung barang rampasan negara berupa kendaraan bermotor dan barang elektronik di halaman kantor Kejari Pelalawan, Selasa (30/6/2
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, 9 Warga Rupat Melapor ke Polda Riau
PEKANBARU - Mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi, sembilan warga Rupat melapor ke Polda Riau. Diantara korban ada anak di bawah umur.Para korban mengaku dianiaya oleh Kanitreskrim Pol
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK
PEKANBARU-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen telah menyerahkan diri kepada set
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih