Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Istilah-Istilah Ucapan Amien Rais Memantik Reaksi Kubu Jokowi

Politik

Istilah-Istilah Ucapan Amien Rais Memantik Reaksi Kubu Jokowi

Selasa, 04 Des 2018 14:42
Merdeka.com
JAKARTA - Politisi senior Amien Rais beberapa kali mengucapkan istilah-istilah kontroversi di jagat politik. Misalnya dia mengibaratkan Pilpres 2019 seperti Armagedon atau perang Baratayuda. Kemudian, Ketua Dewan Penasehat PAN itu sempat menyebut jika Indonesia bangsa pekok atau bodoh dan juga partai setan. Ucapan dan istilah Amien Rais ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, tak terkecuali kubu Jokowi.

Lalu bagaimana reaksi kubu Jokowi soal istilah yang diucapkan Amien Rais?

1. Dinilai Tak Paham Konstitusi

Politisi senior Amien Rais menyebut jika Pilpres 2019 mendatang seperti Armagedon atau perang Baratayuda. Armagedon bermakna bencana besar, sementara Baratayuda dalam cerita pewayangan perang saudara.

Menanggapi ucapan itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menilai jika Amien Rais tak paham soal konstitusi. Sebab Indonesia merupakan negara yang cinta kedamaian dan secara gamblang tertuang dalam UUD 1945.

"Kalau ada pemimpin yang katakan demokrasi ini adalah perang, Baratayuda dan sebagainya, berarti dia tidak paham dengan konstitusi kita," katanya.

2. Diminta Pilah Omongan

Beberapa waktu lalu, politisi senior memberikan ceramah di masjid kawasan Jakarta Selatan. Dalam ceramahnya, Amien mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia dengan menyebut partai Allah dan partai setan.

Pernyataan Amien ini membuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan turut buka suara. Dia meminta para tokoh politik berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya.

"Kalau sudah tua-tua gitu musti dipilah-pilah lah (jika mengeluarkan pernyataan)," kata Luhut.

3. Disebut Bukan Pribumi

Ketua Dewan Penasehat PAN, Amien Rais sering kali mengkritik kebijakan pemerintah Jokowi-JK. Beberapa waktu lalu dia mengkritik jika UU Migas No 22/2001 pro asing. Dengan begitu Amien menyebut bila Indonesia bangsa 'pekok' (bodoh).

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah bereaksi mendengar pernyataan Amien yang mencaci bangsa sendiri. Inas menuding kalau merupakan orang asing yang hanya menumpang tinggal di Indonesia. "Bangsanya sendiri dihina! Dicaci maki," katanya.

4. Pilpres Bukan Perang Saling Menjatuhkan

Ucapan politisi senior Amien Rais yang menyebut Pilpres 2019 seperti Armagedon atau perang Baratayuda, menimbulkan beragam reaksi dari kubu Jokowi-Maruf. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Ace Hasan Syazdily meminta jika pemilu tak diibaratkan seperti perang. Karena hal tersebut akan menakutkan bagi rakyat.

Pilpres bukan perang yang saling menjatuhkan, melainkan mekanisme politik biasa dalam proses demokrasi untuk memilih presiden lima tahun sekali. "Pilpres itu bukan perang Baratayudha, bukan Armagedon, bukan ajang untuk saling menjatuhkan, melakukan adu program, gagasan dan ide yang terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa," ujar Ace.

5. Istilah Perang Badar

Pada Pilpres 2014, politisi senior Amien Rais juga sempat mengibaratkan Pilpres dengan perang, yakni perang badar. Kubu Jokowi-JK menyayangkan ucapan Amien tersebut karena dianggap provokasi yang tak pantas karena menggunakan sentimen agama.

Sebab, kontestasi dalam pilpres ini bukanlah perang yang harus ada yang kalah dan terbunuh dan menang lalu pesta dan hura-hura. "Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan statement provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat," kata Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi- JK, Abdul Kadir Karding.


(merdeka.com)

Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 15:03

    Ditangkap KPK, Bupati Langkat Diduga Terima Suap Proyek

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afadin dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).Syah Afadin diamankan bersama enam orang lainn

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:01

    Kepala Daerah Diminta Jaga Integritas Hadapi Beragam Tantangan

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan yang bersih menjadi fondasi utama untuk mew

  • Jumat, 03 Jul 2026 14:07

    Ribuan Personel Polda Riau Naik Pangkat, Kapolda Ingatkan Tanggung Jawab Pengabdian

    PEKANBARU - Suasana penuh rasa syukur mewarnai Lapangan Upacara Polda Riau, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 1.126 personel kepolisian dan 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Riau resmi meneri

  • Jumat, 03 Jul 2026 14:02

    Said Iqbal Minta Klaim JHT Bebas Pungutan Pajak

    Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengusulkan adanya perluasan insentif pajak untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Saa

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:16

    Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT

    SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor