Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Jokowi Ajak Prabowo Bangun Negara, NasDem: Perannya Pengawas Pemerintah

Politik

Jokowi Ajak Prabowo Bangun Negara, NasDem: Perannya Pengawas Pemerintah

Senin, 01 Jul 2019 10:12
Detik.com
Foto: Sekjen NasDem Johnny G Plate
JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengajak rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto untuk bersama-sama membangun negara. Sekjen NasDem Johnny G Plate mengatakan pernyataan Jokowi bermaksud mengajak Prabowo dan partainya Gerindra sebagai pengawas pemerintahan.

"Kalau kami melihat, terhormat bagi Gerindra untuk berada di luar kabinet, Gerindra dan PKS ini kan pengusung utama di kolaisi BPN (Badan Pemenangan Nasional), mengambil peran sebagai pengawas pemerintahan dalam rangka check and balance, itu terhormat juga, tapi namanya kita sebut oposisi konstruktif, kan bangun negara begitu," ujar Johnny saat dihubungi, Minggu (30/6/2019).

Menurut Johnny akan lucu jika Prabowo dan partainya Gerindra ikut masuk ke dalam kabinet.

"Kalau semuanya di dalam kabinet, lah ini demokrasi apa ini? 10 bulan berantem-berantem, diametral programnya, kritik yang luar bisa saling permasalahkan, begitu selesai pemilu, eh, gabung. Ini kan bisa dilihatnya sebagai stand up comedy politik," katanya.

Menurut Johnny, ajakan Jokowi ke Prabowo itu tidak berarti bersama-sama membangun negara dari dalam pemerintahan atau kabinet. Ajakan itu lebih tepat kepada bersama-sama menjaga kerukunan dan menyatukan kembali masyarakat yang sudah terbelah selama Pilpres 2019.

"Sekarang sudah selesai pemilunya, pemenangnya sudah ditetapkan, sudah ada keputusan dari KPU, dan MK, maka pilpres sudah selesai, mari kembali rukun. Jadi bukan mengajak ke kabinet, tidak, tidak langsung pasti masuk kabinet, yang ada mari bangun peran negara sesuai fungsi peran," jelasnya.

Johnny menilai baik jika Gerindra dan PKS tetap menjadi oposisi. Hal ini karena keduanya yang paling awal membentuk BPN. Namun, menurutnya tidak menutup kemungkinan jika ada satu hingga dua partai koalisi Prabowo masuk ke koalisi Jokowi.

"Kita perlu kualitas demokrasi kita, dengan yang menang menyelenggarakan pemerintah dengan baik, yang kalah jadi pengawas pemerintah, atau jadi oposisi konstruktif. Kalau ada beberapa partai yang masuk, seperti PAN dan Demokrat, itukan bukan pendukung utama, apalagi Demokrat, dukung terakhir sekali," ucapnya.

Dia pun kembali menegaskan kalau ajakan Jokowi kepada Prabowo-Sandi untuk membangun bangsa itu tidak berarti Prabowo-Sandi masuk dalam kabinet. Johnny meminta masyarakat tidak perlu berspekulasi jauh tentang itu.

Seperti diketahui, usai ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ingin merangkul semua pihak membangun bangsa. Jokowi pun secara terang-terangan mengajak pesaingnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, untuk melaksanakan tugas itu.

"Saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/6).

"Saya yakin beliau berdua adalah patriot yang menginginkan negara kita makin kuat, maju, adil, dan makmur," imbuh Jokowi.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 15:28

    Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi

    Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:03

    BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran

    Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:00

    Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda

    Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:25

    Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian

    SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:23

    Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan

    PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor