Politik
Jokowi Ajak Prabowo Bangun Negara, PAN: Mungkin Ajakan Masuk Pemerintahan
Senin, 01 Jul 2019 10:05
"Ajakan Pak Jokowi itu banyak makna. Kemungkinan salah satunya adalah mengajak kepada Pak Prabowo untuk masuk di struktur pemerintahan, apakah di kementerian atau di lembaga negara," kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Senin (1/7/2019).
"Sudah tidak ada lagi paslon 01 dan 02. Yang ada itu persatuan Indonesia yang dilandasi oleh semangat gotong-royong membangun bangsa," imbuh Viva.
"Istilah partai oposisi di konstitusi tidak ada dan tidak diatur. Tapi dalam sejarah politik Indonesia, praktiknya, ada partai politik yang berperan/berfungsi sebagai partai oposisi, yaitu partai politik yang berada di luar pemerintah (tidak bergabung), bersikap kritis, mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan," jelas Viva.
Andai Gerindra atau partai-partai lain bergabung bersama pemerintah, Viva mengatakan hal itu tak perlu dikhawatirkan. Dia mengatakan proses kontrol dan kritis rakyat terhadap pemerintah tetap akan berjalan melalui lembaga DPR.
"Karena di DPR, seluruh fraksi-fraksi partai politik akan menjalankan tugas konstitusionalnya, controlling atau pengawasan terhadap pemerintah, baik partai politik pendukung pemerintah maupun yang tidak. Bahkan tidak jarang partai pemerintah bersuara keras dan tajam mengkritik pemerintah," sebut dia.
"Di samping kritik dan fungsi pengawasan dari internal DPR, kritik juga dapat berasal dari kekuatan civil society: LSM, mahasiswa, kelompok kritis, ormas, dan lainnya," sambung Viva.
Jokowi awalnya menyampaikan terima kasih kepada rakyat yang telah mempercayainya untuk melanjutkan pembangunan Indonesia. Dia sadar bahwa membangun negara tidak bisa dilakukan oleh satu orang, dua orang, atau kelompok tertentu.
"Saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/6).
Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi
Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut
BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran
Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar
Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda
Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja
Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian
SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan
PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber