Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • KIB Pertimbangkan Usung Gubernur Jatim Khofifah di Pilpres 2024

KIB Pertimbangkan Usung Gubernur Jatim Khofifah di Pilpres 2024

Admin
Rabu, 14 Sep 2022 16:51
merdeka.com

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengaku Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) hingga saat ini belum menentukan pasangan mana yang akan dicalonkan pada Pilpres 2024 mendatang. Viva memastikan ada calon internal dari KIB sebagai calon prioritas.

Viva menyebut calon-calon internal prioritas dari KIB untuk Pilpres 2024, di antaranya adalah Airlangga Hartanto, Zulkifli Hasan, dan Muhammad Mardiono.

"Sampai saat ini KIB masih belum menentukan paslon yang akan diusung di pilpres 2024. Yang sudah pasti bahwa ada calon internal KIB sebagai calon prioritas, yaitu Airlangga, Zulkifli, dan Mardiono," kata Viva saat dihubungi langsung, Rabu (14/9).

Politisi PAN ini mengatakan KIB juga memantau tokoh-tokoh yang populer di kalangan masyarakat, sebagai kandidat potensial koalisi ini.

Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memiliki peluang besar untuk dipasangkan dengan calon prioritas KIB. Pasalnya, Khofifah memiliki basis massa yang jelas di Jawa Timur.

"Meskipun begitu, KIB juga memonitor figur populer di luar. Mereka masuk radar monitoring. Salah satunya Khofifah. Karena masih monitoring maka keputusannya belum ada. Khofifah menjadi salah satu figur yang dimonitor di KIB," jelas Viva.

Viva juga menanggapi soal Pilpres 2024 yang dihubungkan dengan perspektif gender. Menurut Viva, perspektif gender bisa digunakan dalam pemilu. Namun, isu gender dalam Pilpres 2024 menjadi faktor yang non signifikan.

"Soal Pilpres 2024 dikaitkan dengan perspektif gender, itu boleh saja. Tetapi persoalan gender di pilpres 2024 menjadi faktor non signifikan," kata Viva.

Viva menambahkan, pemilu merupakan bentuk perwujudan kedaulatan rakyat yang dibangun di atas nilai-nilai kesetaraan, termasuk kesetaraan gender. Karenanya demokrasi lebih menekankan pada keadilan hak baik laki-laki maupun perempuan. Menurut dia, demokrasi elektoral didasarkan pada satu orang, satu suara, satu nilai atau disebut dengan one person, one vote, one value (OPOVOV).

"Karena pemilu sebagai pengejawantahan kedaulatan rakyat dibangun oleh nilai kesetaraan, termasuk gender equality. Karena demokrasi lebih menekankan pada keadilan hak, apakah dia lelaki atau perempuan. Demokrasi pemilu dibangun atas dasar one person, one vote, one value (OPOVOV)"” tambahnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.