politik
KPK Kembali Periksa Anak Aguan Terkait Suap Reklamasi
Rabu, 11 Mei 2016 11:15
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan Komisaris PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma terkait kasus dugaan suap pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) tentang reklamasi di Teluk Jakarta.
"Hari ini Richard Halim Kusuma dipanggil sebagai saksi," ujar Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2016).
Pemeriksaan anak Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan itu merupakan yang ketiga kalinya. Selama menjalani pemeriksaan, Richard selalu bungkam saat datang dan meninggalkan markas lembaga antirasuah.
Dia diketahui sudah hadir di Gedung KPK. Sama seperti pada pemeriksaan sebelumnya, Richard menutup mulutnya rapat-rapat dari sejumlah pertanyaan yang dilontarkan awak media. Dia memilih untuk bergegas masuk ke dalam ruang tunggu sebelum menuju kamar pemeriksaan.
Sebagaimana diketahui, sehari sebelumnya, penyidik lembaga antirasuah memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Penyidik juga telah memeriksa sejumlah pihak di lingkungan Pemprov DKl Jakarta dalam kasus ini. Mereka di antaranya, Kepala Bappeda Tuti Kusumawati hingga Kepala BPKAD Heru Budi Hartono.
Selain mereka, penyidik juga telah memeriksa Staf Khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaja. Bahkan, Sunny menjadi salah seorang yang sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri untuk memudahkan penyidikan kasus tersebut.
Penyidik KPK juga telah memeriksa beberapa Anggota DPRD DKI. Mereka di antaranya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, Wakil Ketua Balegda Merry Hotma, Anggota Balegda Muhammad Sangaji, hingga Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin
Selain itu, KPK juga telah memeriksa beberapa pengusaha yang terlibat dalam proyek reklamasi, seperti Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, dan CEO Pluit City Halim Kumala, hingga Nono Sampono.
Hingga saat ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap terkait reklamasi. Ketiganya yakni, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja serta karyawan PT Agung Podomoro, Trinanda Prihantoro. (okezone.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon