Politik
Kejutan Prabowo-Sandi Ubah Visi Misi
Jumat, 11 Jan 2019 08:43
Berkas tersebut baru disetor pihak Prabowo-Sandiaga pada 9 Januari 2019. Perubahan yang langsung terlihat di sampul depan adalah penambahan tagline 'Indonesia Menang'.
Mulanya visi misi Prabowo-Sandi terdiri dari 14 halaman termasuk sampul depan, kini tebalnya menjadi 45 halaman. Terlihat ada pengurangan kata-kata di bagian visi dan misi.
Perubahan visi misi Prabowo-Sandiaga langsung ditanggapi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Perubahan ini dinilai sebagai inkonsistensi.
"Apakah baru sadar sekarang ya? Mengubah visi-misi merupakan salah satu wujud inkonsistensi paslonnya. Baik itu inkonsistensi kebijakan, inkonsistensi program, dan inkonsistensi perspektif terkait Indonesia," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).
Tak hanya itu, perubahan tersebut juga dituding menjiplak visi misi Jokowi-Ma'ruf. Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily bahkan menyebut perubahan berkas itu sampai 99 persen.
"Ironisnya, bongkar-pasang visi-misi itu justru terlihat menjiplak visi-misi paslon 01 dan juga mengangkat apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar-pasang justru hasilkan karya jiplakan," kata Ace.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menilai perubahan ini karena rivalnya tak punya visi misi yang jelas. Selain itu, perubahan yang mendadak juga dianggap berkaitan dengan debat perdana.
"Mereka ganti visi misi setelah dapat bocoran dari kisi-kisi yang mereka minta sepertinya," ujar Jubir Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga langsung menyampaikan alasan perubahan visi dan misi tersebut. Salah satunya karena menyesuaikan hasil survei.
"Melihat sambutan luas masyarakat dan hasil survei terakhir, maka tagline diubah," kata Wasekjen PD Andi Arief.
Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak juga menyebut visi misi yang baru lebih 'eye catching'. Memang dalam visi misi itu terlihat lebih berwarna dan banyak foto Prabowo serta Sandiaga.
"Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah dipahami masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret," jelasnya.
"Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten," lanjut Dahnil.
Kubu Prabowo-Sandiaga juga menepis visi misi yang baru adalah jiplakan. Menurut mereka, tagline 'Indonesia Menang' berbeda dengan tagline Jokowi-Ma'ruf yakni 'Indonesia Maju'.
"'Menang' dan 'maju' kan beda, ya. Kita tetap ada adil dan makmurnya. Jiplaknya di mana ya dengan 'Indonesia Menang'? Kadang memang TKN Jokowi-Ma'ruf ini asbun, ya," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.
(detik.com) Politik
Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka
Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J
BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia
BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe
Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan
PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab
65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan
TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl
Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN
PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang