Politik
Kenapa Kini PDIP Nyatakan Oposisi Tak Ada di Konstitusi?
Rabu, 03 Jul 2019 08:30
Adalah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan istilah oposisi tak dikenal di Indonesia. Dia menyatakan, yang dikenal di Indonesia adalah partai di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.
"Jadi tidak ada istilah oposisi dalam konstitusi kita, yang ada adalah semangat bekerja sama membangun negeri untuk kemajuan Indonesia Raya kita," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/6) lalu.
"Dalam Format Oposisi yang disusun PDIP dijelaskan bahwa dalam hal tidak ditempatkannya kader-kader PDIP di pemerintahan, tidak termasuk dalam jabatan Duta Besar, karena Duta Besar bukan jabatan struktural pemerintah/eksekutif atau jabatan mewakili pemerintah/eksekutif, melainkan jabatan mewakili negara di luar negeri. Juga pada jabatan pada badan usaha milik negara karena jabatan tersebut bukan jabatan politik, melainkan jabatan yang bersifat kapasitas profesional perorangan," demikian ditulis Tuswoyo dalam karyanya yang dimuat di Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISPO) UIN Sunan Gunung Djati Volume I, edisi Januari-Juni 2013.
Dalam Format Oposisi PDIP dijelaskan, oposisi dilakukan terhadap kinerja pemerintah berupa kritik terhadap hal-hal yang merugikan kepentingan rakyat (tidak prorakyat) dan mengajukan alternatif yang menguntungkan rakyat (prorakyat). Kongres PDIP di Bali pada 2005 menetapkan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar kebijakan beroposisi. Kebijakan beroposisi dimaknai sebagai kembali kepada nilai-nilai kerakyatan dan orientasi ekonomi nasionalistik yang menjadi perhatian Sukarno sebagai penggali Pancasila.
Itu dulu. PDIP kemudian menjadi the ruling party. Kini, di tahun 2019, PDIP menegaskan bahwa oposisi tidaklah dikenal di konstitusi Indonesia.
Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menjelaskan perihal perubahan ini. Kongres II PDIP di Bali secara eksplisit menyatakan partai berlambang banteng moncong putih ini jadi oposisi karena konteks politik saat itu berbeda dengan saat ini. Kini Jokowi diyakini telah mempraktikkan Pancasila dengan betul.
"Karena kan dulu pemerintah yang berkuasa belum mempraktikkan Pancasila. Sekarang, Pancasila sudah menjadi keputusan dan platform, maka ya mari gotong-royong," kata Eva kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).
Kini, di pemerintahan presiden yang berasal dari PDIP, oposisi tidak diperlukan lagi. "Menurut saya begitu, seperti di DPR dan MPR kan ada asas proporsionalitas. Itu tidak ada di manapun, baik di sistem Inggris maupun gaya Amerika Serikat, di mana kalau sudah menjadi oposisi ya sudah tidak usah memikirkan kekuasaan lagi. Tapi di DPR Republik Indonesia, proporsionalitas berlaku: meski Anda oposisi, tapi Anda bisa menjadi pimpinan Badan Anggaran, Wakil Ketua DPR, dan macam-macam," tutur Eva.
"Jadi logika demokrasi Pancasila tidak mengenal the winner takes all atau zero sum game. Yang ada adalah musyawarah. Pak Jokowi sudah berbicara mengajak Prabowo dan Sandiaga untuk bersama-sama membangun negara," tandasnya.
Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi
Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut
BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran
Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar
Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda
Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja
Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian
SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan
PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber