Ketua Majelis Syura PKS Perkirakan Capres Koalisi Diumumkan Akhir Tahun
Admin
Senin, 08 Agu 2022 11:42
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menegaskan belum ada kepastian sosok calon presiden (capres) yang akan diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Penentuannya akan bergantung kesepakatan koalisi partai politik (parpol) dan diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun.
Salim menyebutkan sampai saat ini PKS masih intens menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk membahas sosok capres. Alasannya, mereka tidak bisa mengusung capres sendirian.
"Kalau PKS masih dalam komunikasi dengan partai lain. Insyaallah, mungkin akhir tahun atau awal tahun depan sudah muncul (nama capres)," ujarnya saat konsolidasi kader PKS Sulsel di Hotel Claro Makassar, Senin (8/8).
Ia mengakui sejumlah nama masuk dalam nominasi capres, termasuk Anies Rasyid Baswedan. Nama-nama yang masuk nominasi akan dikomunikasikan dengan koalisi parpol.
"Sekarang belum, kita masih melihat, karena syarat (presidential threshold) itu tidak mudah. Kalau koalisinya sudah cukup 20 persen, baru kita umumkan siapa capres dan wapres," tuturnya.
Meski demikian, Salim berharap proses judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK) tentang presidential threshold bisa cepat ada hasilnya. Ia berharap Pilpres 2024, syarat presidential threshold bisa 7 persen.
"Kita juga berupaya yang namanya judicial review untuk (presidential threshold) 7-9 persen. Itu belum ada keputusan juga," tegasnya.
Sementara terkait dirinya yang dirinya yang didorong PKS untuk roadshow, Salim menegaskan partainya mempunyai program menyapa Indonesia. Penunjukan dirinya untuk penokohan berdasarkan keputusan Majelis Syura PKS.
"Jadi untuk penokohan. Keputusan Majelis Syura PKS sampai sekarang dalam posisi penokohan sebagai salah satu pemimpin bangsa ini. Belum masuk ke dalam pilpres," tegasnya.
Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini mengaku partainya saat ini telah menokohkan Salim Segaf Al Jufri. Setelah adanya putusan Majelis Syura, PKS membuat program Salim Segaf Menyapa Indonesia.
"Sebelumnya kita menokohkan 9 orang, karena terlalu banyak tidak terlalu terkenal, sehingga hanya satu orang saja. Beliau (Salim Segaf) harus kita keliling kan, makanya kita buat program Dr Salim menyapa kader dan struktur," bebernya.
Jazuli menilai sosok Salim Segaf Al Jufri sangat layak menjadi tokoh bagi PKS. Alasannya, Salim Segaf sudah sangat dikenal karena pernah menjadi Menteri Sosial (Mensos) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kita tidak terlalu capek mengenalkan beliau. Beliau Pernah menjadi Mensos, pernah Dubes RI untuk Arab Saudi dan Oman," sebutnya.
Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menambahkan dengan adanya program penokohan memiliki empat manfaat bagi partai. Pertama, menjalankan amanat Majelis Syura dengan memperkenalkan Salim Segaf ke seluruh Indonesia.
"Kedua, kita bisa menyosialisasikan lambang baru kita yang di mana berdasarkan survei Litbang masyarakat 50 persen sudah mengetahui. Terus mengokohkan seluruh pejabat publik dari PKS di dapil masing-masing dan terakhir jelas soal konsolidasi," ucapnya.