Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Komisi I DPRD Bengkalis Minta Chevron Tidak Lakukan PHK Massal

politik

Komisi I DPRD Bengkalis Minta Chevron Tidak Lakukan PHK Massal

Laporan: Afdal Aulia
Selasa, 10 Mei 2016 15:15
Internet
Addihan SH

BENGKALIS-Pemutusan Hubungan kerja (PHK) baik yang sudah,sedang dan akan dilakukan oleh manajamen PT.Chevron Pacific Indonesia (CPI) disikapi serius oleh Komisi I DPRD Bengkalis yang membidangi masalah ketenagakerjaan. Seperti informasi yang beredar, manajamen Chevron secara bertahap akan melakukan PHK massal yang jumlahnya mencapai 700-an karyawan.

Ketua Komisi I DPRD Bengkalis Addihan SH ketika dikonfirmasi soal tersebut mengaku pihaknya sudah mengetahui jauh-jauh hari soal rencana pHK massal tersebut. Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan manajemen perusahaan multinasional itu yang mana mayoritas karyawan yang bakal dikandangkan adalah naker lokal, termasuk mereka yang sudah bekerja belasan tahun.

"Sangat disayangkan, kebijakan PHK massal oleh manajamen Chevron tersebut. Apalagi mayoritas karyawan yang akan di-PHK adalah tenaga kerja tempatan atau lokal. Untuk itu kita dari DPRD Bengkalis meminta kepada manajamen Chevron untuk tidak melakukan PHK massal,"pinta Addihan, Selasa (10/05/2016).

Politisi Partai Gerindra ini juga mengharapkan kebijakan PHK massal perlu pertimbangan matang manajemen Chevron karena akan menimbulkan dampak sosial yang besar di Kota Duri maupun kabupaten Bengkalis serta persoalan perekonomian daerah yang juga berdampak drastis. Seharusnya dalam melakukan PHK massal Chevron tidak hanya mencari alasan menurunnya produksi serta harga minyak mentah di pasaran dunia.

Disinggung soal rencana DPRD Bengkalis khususnya komisi I hearing (dengar pendapat,red) dengan SKK Migas selaku induk industry hulu dan hilir migas di Indonesia, Addihan mengaku belum membahas hal tersebut di internal dewan. Ia mengaku berbagai pendakatan juga sudah dilakukan oleh pihak eksekutif, terutama bupati Bengkalis beberapa waktu lalu.

"Persoalan PHK adalah masalah sosial, ekonomi dan stabilitas keamanan. Jadi harus ada pertimbangan sebelum keputusan itu dijatuhkan manajamen Chevron. Meskipuns ebelumnya sudah ada dilakukan PHK, tapi kedepan kita sangat berharap kelanjutan PHK terhadap ribuan karyawan dibatalkan,"tambah Addihan.(afd)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.