Politik
Kubu Prabowo Nilai Wiranto Manfaatkan Momen Pemilu Lewat Cerita 98
Jumat, 29 Mar 2019 08:38
"Mungkin sudah kehabisan ide menurunkan elektabilitas Pak Prabowo sehingga dagangan yang sudah basi dikorek lagi," kata anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).
"Pak Wiranto adalah orang yang harus paling bertanggung jawab (soal kondisi pada saat itu). Dia Panglima ABRI waktu itu, tapi dia justru bawa jenderal-jenderal pergi ke Malang untuk acara yang tidak penting," kata Fadli.
Namun Wiranto menyatakan dia tidak memanfaatkan kesempatan dengan mengambil alih kekuasaan saat 1998 karena ia cinta kepada negara dan tidak ingin terjadi perang saudara. Soal peluang dan keputusan Wiranto saat itu, Fadli menilai Wiranto sedang berandai-andai.
"Kita juga bisa berandai-andai jadi Raja Majapahit," ucap Fadli.
"Saya rasa Pak Wiranto mengatakan cerita ini karena ini momentum Pemilu saja, untuk mengatakan seakan-akan dia lebih besar ketimbang Prabowo," kata Andre. "Juga untuk menutupi blunder besar soal hoax bisa dijerat dengan Undang-Undang Terorisme," sambungnya merujuk pada wacana Wiranto.
Menurut Andre, yang punya peluang mengambil alih kekuasaan sesungguhnya adalah Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letjen Prabowo Subianto yang kini menjadi capres. Namun Prabowo tidak mengambil kesempatan itu. Sedangkan Wiranto, Andre menilai, Panglima ABRI saat itu tidak memegang pasukan secara langsung.
"Pak Wiranto dulu Panglima ABRI, tapi kalau mengambil alih kekuasaan tidak akan berhasil karena tidak memegang pasukan saat itu. Yang memegang pasukan adalah Pak Prabowo, memegang 33 sampai 34 batalion, itu namanya Pak Prabowo," kata Andre.
Sebelumnya, Wiranto berbicara dalam seminar nasional Forum Nasional Mahasiswa Anti-Penyalahgunaan Narkoba 2019 di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jalan Ir Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (28/3) kemarin. Wiranto menyampaikan bahwa dia menjabat Menteri Pertahanan dan Panglima ABRI (Menhankam-Pangab) pada 1998. Namun dia tak menggunakan kesempatan mengambil alih kekuasaan saat itu meski situasi memungkinkan. Sebab, bila itu dilakukan, akan banyak nyawa yang dikorbankan, perang saudara bisa terjadi.
Rekor MURI lagi, Ribuan ASN Pemko Pekanbaru Bacakan Surat Al - Mulk Secara Serentak
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menorehkan sejarah nasional dalam peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Setelah sebelumnya sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) mel
Kader Senior PDI P Riau Minta Kader Tak Terprovokasi Safari Politik Jokowi Bersama PSI
PEKANBARU - Kader senior Suryadi Khusaini menanggapi safari politik Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia yang mulai menjadi sorotan menjelang pelaksanaan Pemilu 2029. Menurutnya, selu
7 Warga Riau Meninggal akibat Rabies, Pemilik Hewan Diminta Jangan Tunda Vaksinasi
PEKANBARU - Rabies masih menjadi ancaman serius di Provinsi Riau. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tujuh warga Riau meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan tersebut
Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor, Polsek Dumai Timur Amankan Dua Pelaku di Pekanbaru
DUMAI - Polsek Dumai Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah hukumnya pada Kamis (2/7/2026).Dalam pengungkapan tersebut, dua orang terduga p
Badai Hukum di Kuansing Belum Reda, Giliran Rumah Kadisbunnak Kuansing Digeledah KPK
KUANSING �" Badai hukum yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) belum juga mereda.Setelah Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain ditahan Komisi Pemberantas