Politik
Menanti momen pertemuan Jokowi dan SBY pasca demo Ahok
Selasa, 15 Nov 2016 08:50
Hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan sedang tidak harmonis. Hal tersebut dibaca dari kemarahan SBY dituduh sebagai penyandang dana ratusan ribu orang demo pada 4 November lalu terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki T Purnama ( Ahok).
SBY marah, mempertanyakan kinerja intelijen era Jokowi dalam memberikan laporan kepada pemerintah. SBY menegaskan, selama 10 tahun tak pernah menuduh orang sembarangan.
Merasa dituduh, SBY bergerak langsung menemui Menko Polhukam Wiranto, selanjutnya bertemu Wapres Jusuf Kalla (JK), tidak langsung kepada Jokowi. SBY bersama dua perwakilan pemerintah itu mempertanyakan soal tudingan dirinya berada di balik demo 4 November itu.
Pasca demo 4 November, Jokowi pun bertemu dengan sejumlah ormas Islam, dan berbagai elemen masyarakat. Termasuk, Jokowi berencana bertemu dengan para pimpinan partai.
Pada Minggu (13/11) kemarin, Jokowi hadir dalam Rapimnas PAN. Dia bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Eddy Soeparno, ditemani dengan sejumlah petinggi PAN lainnya, termasuk Menteri PAN-RB Asman Abnur.
Niatan Jokowi menemui para petinggi partai pun menjadi sorotan Partai Demokrat. Demokrat ingin, Jokowi juga menemui SBY, bukan hanya Prabowo.
Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo mengaku, sangat ingin melihat Jokowi bersilaturahmi dengan SBY seperti yang terjadi saat Jokowi mengunjungi Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Alasannya, karena Roy melihat kancah politik di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh 3 poros yakni SBY, Prabowo, dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Saya pribadi sangat ini kalau misalnya waktu itu Pak Jokowi tidak hanya ke Pak Prabowo, tapi juga ke Pak SBY akan sangat bagus. Kita sudah tahu lah ibarat anchor (jangkar) politik republik ini selain Bu Mega, Pak Prabowo dan Pak SBY, juga parpol yang lain. Tapi parpol lain juga lihat pada umumnya kan sudah jelas sikap politiknya," kata Roy saat dihubungi merdeka.com.
Roy merasa yakin, SBY bakal membuka lebar-lebar pintu untuk Jokowi. "Yang jelas yang saya tahu pasti, Presiden Indonesia ke enam Pak SBY itu sangat terbuka kalau ada semacam ini," kata Roy.
Sementara soal kabar bahwa Jokowi selama ini tak pernah membalas surat yang dikirim oleh SBY, Roy tak mau menjawab. Dia hanya mengirim emoticon senyum. Meminta kabar itu diklarifikasi ke pihak lain. Dia juga tak mau menjelaskan lebih dalam soal kabar hubungan SBY dan Jokowi memanas pasca demo Ahok dan tudingan dalang di balik aksi 4 November. (merdeka.com)
Politik
Jangan Biarkan Riau Kembali Kehilangan Pemimpin: Tutup Pintu Bagi Penumpang Gelap Politik
SEBAGAI seorang aktivis antikorupsi sekaligus praktisi hukum yang telah lama mengikuti dinamika penegakan hukum di Indonesia, dalam.pandangan kami kondisi yang terjadi di Provinsi Riau bukan lagi seka
Selamatkan Uang Rakyat dari Beban Overhead, Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pembengkakan biaya operasional BUMN yang membebani keuangan negara. Penutupan besar-besaran perusahaan pelat merah sedang dievaluasi demi menyelamatkan ua
LKP Senam Pesona Tutup PKW 2026, Cetak 20 Calon Wirausahawan Bidang Pijat dan Spa
PEKANBARU â€" Sebanyak 20 peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Senam Pesona resmi menyelesaikan pendidikan setelah mengikuti pelatihan intens
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pria di SPBU Jalan Siak 2 Pekanbaru
PEKANBARU â€" Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menangkap terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia di kawasan SPBU Jalan Siak 2, Kelurahan Meranti Pandak, Kec
Badai PHK Bayangi Pekerja, Pemerintah Lakukan Mitigasi Ekstra di Sektor Industri
JAKARTA - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri manufaktur terus membayangi. Menyikapi situasi krusial ini, pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait berupaya m