Mundur dari Sekjen PKP, Said Salahudin Gabung Partai Buruh
Admin
Jumat, 31 Des 2021 11:58
Pengamat Politik Said Salahudin memilih untuk bergabung bersama Partai Buruh. Sebelumnya dia merupakan Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).
Said ini mengemukakan alasan di balik pilihan politiknya itu. Menurutnya, ada dua pertimbangan membuat dirinya merapat ke Partai Buruh.
“Ada dua alasan yang mendasari saya memilih Partai Buruh sebagai alat perjuangan. Pertama, partai ini memiliki idealisme. Ideologi dan garis perjuangannya jelas," ujarnya, Jumat (31/12).
Lebih lanjut, dia menguraikan, hal itu menjadi pembeda antara Partai Buruh dengan partai politik yang lain.
“Saya sudah belasan tahun menjadi pemerhati di bidang politik dan bahkan pernah menjadi konsultan independen untuk banyak partai politik di Indonesia. Jadi saya tahu betul bedanya partai ini dengan partai-partai yang lain,” tegasnya.
Faktor figur yang berada di dalam kepengurusan partai dijadikan sebagai alasan yang kedua bagi dirinya bergabung untuk di Partai Buruh. Menurutnya, para pengurus Partai Buruh adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan sudah teruji dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Para tokoh buruh itu tidak perlu lagi kita ragukan komitmennya. Sejak dulu mereka secara ikhlas, tanpa pamrih, dan tak pernah kenal lelah selalu konsisten memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Lihatlah hasil perjuangan mereka dalam mendorong lahirnya Undang-undang BPJS, misalnya. Rakyat hari ini bisa menikmati fasilitas jaminan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau," ucapnya.
Soal kenaikan upah dan pemenuhan hak-hak pekerja yang selama ini juga bisa dinikmati oleh buruh beserta keluarganya, kata dia, merupakan contoh lain dari hasil perjuangan konkret para tokoh serikat pekerja yang kini bergabung dalam kepengurusan Partai Buruh.
Menurut dia, potensi yang dimiliki oleh Partai Buruh luar biasa. Basis keanggotaan partai tidak hanya terbatas pada kelompok buruh saja.
Tetapi ada juga nelayan, petani, mahasiswa, guru honor, rakyat miskin kota, kelompok perempuan, pembantu rumah tangga. Belum lagi, ojek online, pedagang pasar, kaki lima, serta elemen masyarakat lainnya.
“Bergabungnya banyak elemen masyarakat itu membuat saya optimis Partai Buruh akan berjaya di Pemilu nanti,” ucapnya.
Dalam partai ini, Said menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian Strategis Kepesertaan dan Pemenangan (BPSKP) Partai Buruh. Badan ini berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Partai.
Selain itu, pakar di bidang Pemilu ini juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus (Timsus) Pemenangan Partai Buruh. Tugas utama Timsus adalah memastikan Partai Buruh dapat menjadi Peserta Pemilu 2024 dan lolos ambang batas parlemen atau ‘parliamentary threshold’.