Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PDIP: Kami Serangan Darat, Prabowo Tunggangi Jokowi-Ahok di 2012

Politik

PDIP: Kami Serangan Darat, Prabowo Tunggangi Jokowi-Ahok di 2012

Selasa, 22 Jan 2019 16:05
Detik.com
JAKARTA - Eks Jubir Tim Pemenangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2012 silam menjawab tudingan Gerindra soal bantuan puluhan miliar. PDIP dan Gerindra rupanya berbagi peran kala itu, namun ketum Gerindra Prabowo Subianto disebut menunggangi. Kok bisa?

"Yang membawa Jokowi ke Bu Mega adalah Pak JK yang pertama kali, tapi banyak yang mendorong juga selain itu termasuk sejumlah tokoh seperti eks Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Jadi internal kita yang membawa, bukan Gerindra," ungkap Eva Sundari kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Eva kala itu juga jadi koordinator pemenangan wilayah Jakarta Utara dan Jakarta barat. Eva tahu persis bagaimana perjuangan pemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI, juga menyangkut isu pembiayaan yang kini diungkit Gerindra.

"Yang kedua yang dimaksud tidak ada pembiayaan itu tanpa mahar. Pak Jokowi itu tidak membayar mahar karena endorse dan PDIP pun bantingan (urunan). Pembiayaannya itu gotong-royong. Seluruh anggota fraksi juga membiayai serangan darat, serangan udara Gerindra yang pegang," papar Eva.

Gerindra memang membiayai serangan udara Jokowi-Ahok kala itu. Namun serangan udara itu juga dinilai bias tujuan.

"Tapi kalau kita lihat biaya besar Gerindra untuk kampanye itu about Pak Pak Prabowo Subianto dan Pak Jokowi dan Ahok itu cuma figuran. Jadi kalau sekarang dia ngomong bermilyar-milyar serangan udara, serangan darat ya seluruh PDIP, saya di Jakut-Jakbar, Ganjar di pinggir rel kereta api, semua pegang," ungkap Eva.

Sebelumnya diberitakan Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengaku memberikan bantuan dana cukup besar kepada Joko Widodo (Jokowi) saat maju di Pilgub DKI Jakarta 2012. Waketum Gerindra Fadli Zon memastikan cerita itu benar adanya.

"Saya tahu banget kok, pada waktu 2012 itu yang paling banyak keluar untuk mendukung adalah Pak Hashim. Itu puluhan miliar. Saya tahu dengan mata kepala sendiri ibaratnya," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor