Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • PDIP Minta Jaksa Agung Tolak Permintaan Arteria Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda

PDIP Minta Jaksa Agung Tolak Permintaan Arteria Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda

Admin
Rabu, 19 Jan 2022 13:53
merdeka.com

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan partai politik tempat bernaung sangat menghormati keberadaan Jawa Barat, keberadaan suku Sunda, termasuk bahasanya. Oleh karena itu, dia meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengabaikan permintaan kader PDIP Arteria Dahlan mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat.

"Kepada Bapak Jaksa Agung, tolong permintaan saudara Arteria Dahlan itu tidak dipenuhi. Tidak perlu Pak Asep diganti hanya gara-gara memakai bahasa Sunda, dan PDI Perjuangan sangat menghormati betul keberadaan Jawa Barat, keberadaan orang-orang Sunda, termasuk bahasanya," kata Surono melalui pernyataan video di akun instagram miliknya dilansir Antara, Rabu (19/1).

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, sekaligus salah satu lumbung suara pada Pemilu.

Ia menuturkan tentang bagaimana Bung Karno menciptakan Marhaenisme dan semangat untuk memerdekakan Indonesia itu dimulai dari Jawa Barat.

"Karena bagaimana pun Bung Karno menciptakan Marhaenisme bagaimana Bung Karno juga mempunyai semangat untuk memerdekakan Indonesia, dari Jawa Barat, sejarah Bung Karno itu dari Jawa Barat," ujar dia.

Dia juga meminta agar warga Jawa Barat tetap solid dan fokus pada pembangunan dan kemajuan yang jauh lebih baik.

"Sehingga mohon kepada masyarakat Jawa Barat untuk tentunya selalu kompak, selalu solid, bagaimana kita sama-sama melalui Jawa Barat kita bangun Indonesia yang jauh lebih baik lagi, terima kasih, Hatur Nuhun," kata dia.

Surono yang tercatat sebagai warga asli Indramayu mengatakan Kabupaten Indramayu itu tidak berbahasa Sunda dan tidak pula berbahasa Jawa. Namun menurut dia karena Kabupaten Indramayu dan Cirebon mempunyai bahasa sendiri.

"Jujur saya saat ini sedang mempelajari bahasa Sunda. khususnya bahasa Sunda yang halus," kata dia.

"Sehingga saya yakin apa yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan tinggi Jawa Barat dengan menggunakan bahasa Sunda dalam rapat itu, tidak bertujuan apa-apa. Dan itu bertujuan bagaimana mendekatkan seorang pimpinan kepada bawahannya yang mayoritas juga berbahasa Sunda," lanjut dia.

Oleh karena itu, Surono meminta jaksa agung tidak memenuhi permintaan Dahlan itu. "Kepada Bapak Jaksa Agung, tolong permintaan Saudara Arteria Dahlan untuk tidak dipenuhi, tidak perlu Pak Asep diganti hanya gara-gara memakai bahasa Sunda," kata dia.

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan protes kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin saat rapat kerja di DPR, Senin (17/1). Arteria melaporkan ada Kepala Kejaksaan Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat.

"Ada kritik sedikit Pak JA, ada Kajati pak, dalam rapat, dalam Raker itu ngomong pakai bahasa Sunda," ujar Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1).

Meski begitu, Arteria tidak menyebut siapa Kajati yang dimaksudnya. Kepada Jaksa Agung, politikus PDIP minta Jaksa Agung mencopot Kajati tersebut

"Ganti pak itu. Kita ini Indonesia pak," tegas Arteria.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.