Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PKB ke PAN: Kalau Niat Gabung ke Jokowi Jangan Nunggu Diajak

Politik

PKB ke PAN: Kalau Niat Gabung ke Jokowi Jangan Nunggu Diajak

Kamis, 04 Jul 2019 13:57
Detik.com
Foto: Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding
JAKARTA - PKB meminta PAN proaktif membangun komunikasi jika memang mau bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendatang. Hal ini menyusul pernyataan PAN yang mengatakan bakal bergabung dengan pemerintah jika diajak.

"Saya kira teman-teman yang punya niat bergabung jangan nunggu diajak ya. Proaktif saja membangun komunikasi dan lobi. Kalau harus diajak, jangan dimaknai misal, 'eh, ayo gabung', seperti itu ya," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Karding mengatakan bergabungnya partai-partai yang semula pro-Prabowo Subianto tentu harus melalui proses penyamaan visi misi. Karena itu, dia mengingatkan soal pentingnya lobi-lobi dan diskusi.

"Kan butuh proses penyamaan visi, komitmen, karena tidak mungkin gabung begitu saja. Karena kita pernah berbeda. Jadi jangan mau tapi tidak mau atau sebaliknya. Kita diskusikan, karena di politik memang harus dibuat ruang diskusi dan diplomasi," jelasnya.

Karding pun menyinggung sinyal Jokowi yang membuka peluang bagi seluruh pihak untuk ikut membangun bangsa. Menurut dia, Jokowi tidak menutup pintu jika bertujuan demi persatuan bangsa.

"Kerendahan hati Pak Jokowi untuk mengajak semua adalah demi mementingkan persatuan bangsa ini. Kalau hanya dari sisi politik, hanya mau kuat-kuatan saja, pendukung yang ada sudah lebih dari cukup untuk mengawal dan mengefektifkan program pemerintah selama 5 tahun," ucapnya.

"Jadi jangan dipaksa seakan Pak Jokowi yang mengemis untuk mengajak semua bergabung," imbuh Karding.

Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno menyatakan sikap politik partai akan ditetapkan dalam rakernas. Dia mengatakan bergabungnya PAN dengan pemerintah jadi salah satu opsi.

"Memang sekarang kan opsinya bisa dikatakan tidak banyak. Satu, bergabung ke pemerintah dengan catatan kalau diajak dari sana. Kedua opsinya jadi oposisi, apakah itu sendiri ataukah membangun koalisi oposisi. Ketiga, juga tidak jadi oposisi. Tapi jadi pihak yang kritis konstruktif," kata Eddy, Kamis (4/7).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 15:28

    Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi

    Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:03

    BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran

    Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:00

    Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda

    Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:25

    Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian

    SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:23

    Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan

    PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor