Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • PKS Tegaskan Tak Kapok dan Baper Berkoalisi Lagi dengan Gerindra

PKS Tegaskan Tak Kapok dan Baper Berkoalisi Lagi dengan Gerindra

Admin
Selasa, 21 Jun 2022 11:39
merdeka.com

 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap mengajak partai Gerindra bergabung dengan Koalisi Semut MerahPKS menegaskan tak kapok berkoalisi dengan Gerindra.

"Masalah kapok, saya rasa janganlah, kalau politik baperan susah," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (20/6).

Lebih lanjut Sohibul menjelaskan, dalam berpolitik tidak mengedepankan perasaan hingga menimbulkan baper. Sebab menurut dia, dalam berpolitik satu sama lain partai politik akan saling membutuhkan, meski tak menampik sering terjadi saling tikung-menikung diakhir-akhir waktu.

"Berpolitik itu mungkin hari ini mengecewakan siapa tau suatu saat kita masih ada keperluan pula dengan pihak tertentu dan enggak dikenal baper di dalam politik," ucap Sohibul.

Oleh karena itu jika berpolitik gampang terbawa perasaan atau baper, dia menyarankan untuk tidak terjun ke dunia politik.

"Kalau baperan jangan ikut," tegas Sohibul.

Sejarah Koalisi PKS dan Gerindra

Hubungan PKS dan Gerindra diketahui pernah mesra pada Pilpres 2019 silam. PKS, Gerindra dan PAN saat itu berkoalisi mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Capres dan Cawapres.

Ketiga parpol sepakat menjadi oposisi pemerintah setelah Pilpres 2019 dimenangkan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Namun kemesraan ketiga parpol tersebut berakhir setelah Prabowo merapat dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Prabowo saat itu ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju. Keputusan Prabowo menerima pinangan Jokowi yang merupakan mantan kompetitornya dalam Pilpres 2019 lalu mendapat kritik dari mitra koalisi yakni PKS dan PAN.

Koalisi PKS dan Gerindra bukan hanya terjadi pada Pilpres 2019 lalu. Kedua parpol ditambah Golkar, PAN, PPP dan Partai Bulan Bintang (PBB) membentuk Koalisi Merah Putih (KMP) mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai Capres dan Cawapres pada Pilpres 2014 lalu.

Namun Prabowo-Hatta kalah melawan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang diusung PDIP, PKB, NasDem, Hanura, dan PKP Indonesia dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Setelah Pilpres usai, KMP tetap rutin mengadakan pertemuan.

Meski begitu, pertemuan-pertemuan itu tidak lagi membahas isu-isu strategis. Namun KMP gembos di tengah jalan usai ditinggal PPP, PAN dan Golkar yang mendukung pemerintah.

Koalisi Pilpres 2024

Wacana membentuk Koalisi Semut Merah sebelumnya digagas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKS. Namun belum terbentuk, PKB sudah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya bersama Gerindra untuk Pemilu 2024 mendatang.

Kesepakatan itu diambil setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) bertemu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/6) malam. Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya akan memasangkan Prabowo Subianto-Cak Imin sebagai Capres dan Cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Sementara PKS sejauh ini belum menentukan arah koalisi untuk Pemilu 2024. Penjajakan koalisi masih dilakukan PKS salah satunya dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu akan menemui ketua umum partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Rabu (22/6) siang.

Selain Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, Golkar, PAN dan PPP telah lebih dulu membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk Pemilu 2024 mendatang. Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas tiga parpol ini masih menggodok nama untuk diusung sebagai Capres dan Cawapres.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.