Politik
PPP Nilai Reuni 212 Tak Gerus Elektabilitas Jokowi
Senin, 03 Des 2018 14:38
"Nggak juga (menggerus elektabilitas). Kalau soal elektabilitas itu sesuatu yang sifatnya dinamis. Pak Jokowi bisa naik bisa turun, Pak Prabowo juga bisa naik bisa turun. Jadi nggak ada cerita menggerus elektabilitas," kata Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018).
"Toh, pada umumnya yang berpartisipasi di Reuni 212 itu kan yang tidak memilih Pak Jokowi, yang sudah dihitung dalam elektabilitas Pak Prabowo," imbuh Arsul.
Dia menyatakan acara tersebut kental akan aroma politik. Namun, dia tak mempermasalahkannya karena sudah selesai.
"Kan itu sudah selesai, Alhamdulillah, terlepas dari kontroversi bahwa forum itu bagi sebagian orang termasuk di kami juga itu aroma politiknya itu begitu kental, unsur kampanyenya juga ada, tapi karena itu sudah selesai, lancar, tidak terjadi apa-apa, ya kita syukuri saja," jelasnya.
Arsul juga menganggap acara itu dimaksudkan untuk mendukung capres Prabowo Subianto. Dia pun meminta masyarakat yang menilai apakah acara itu merupakan kampanye atau bukan.
"Kalau bagi kami itu sudah jelas bahwa forum reuni itu memang dimaksudkan untuk mendukung pencapresan Pak Prabowo. Apakah itu dimaknai sebagai kampanye, ya silakan masyarakat yang menilai. Sebab kalau TKN yang mempersoalkan segala macam, itu saya kira nggak kondusif lah politik kita," ujarnya.
Pihak panitia Reuni 212 sendiri telah membantah acaranya bermuatan politik. Menurut penyelenggara, tak ada kampanye baik secara terbuka maupun terselubung di acara tersebut.
"Tidak ada kegiatan kampanye terselubung untuk mendukung salah satu paslon presiden," kata Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212, Bernard Abdul Jabar, kepada detikcom, Senin (3/12).
Reuni 212 sendiri digelar pada Minggu, (2/12) kemarin. Sejumlah tokoh seperti capres Prabowo Subianto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Habib Bahar bin Smith turut hadir di acara tersebut.
(detik.com) Politik
Ditangkap KPK, Bupati Langkat Diduga Terima Suap Proyek
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afadin dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).Syah Afadin diamankan bersama enam orang lainn
Kepala Daerah Diminta Jaga Integritas Hadapi Beragam Tantangan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan yang bersih menjadi fondasi utama untuk mew
Ribuan Personel Polda Riau Naik Pangkat, Kapolda Ingatkan Tanggung Jawab Pengabdian
PEKANBARU - Suasana penuh rasa syukur mewarnai Lapangan Upacara Polda Riau, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 1.126 personel kepolisian dan 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Riau resmi meneri
Said Iqbal Minta Klaim JHT Bebas Pungutan Pajak
Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengusulkan adanya perluasan insentif pajak untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Saa
Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT
SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe