Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PSI Kritik PAN yang Tak Ganti Taufik Kurniawan di DPR: Tidak Sensitif!

Politik

PSI Kritik PAN yang Tak Ganti Taufik Kurniawan di DPR: Tidak Sensitif!

Kamis, 18 Jul 2019 10:43
Detik.com
JAKARTA - PSI mengkritik PAN yang tidak mengganti Taufik Kurniawan di kursi Wakil Ketua DPR setelah terjerat kasus korupsi. Menurut PSI, PAN telah memberikan contoh buruk.

"Rekan-rekan di PAN sama sekali tidak sensitif pada isu korupsi. Taufik, yang sudah resmi menjadi tersangka sejak awal November 2018, tidak ditarik dari kursi pimpinan DPR. Ini sungguh preseden buruk," kata Juru Bicara PSI Dini Purwono kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Dini menilai PAN tidak sensitif terhadap isu korupsi. Selain itu, kata dia, PAN seolah memandang korupsi hanya sebagai kejahatan biasa.

"Kejadian ini sungguh memperlihatkan bahwa korupsi masih diperlakukan sebagai kejahatan biasa oleh PAN, bukan kejahatan luar biasa," ucapnya.

Menurut dia, alasan PAN yang tidak bisa lagi mengganti Taufik di kursi pimpinan DPR tidak berdasarkan UU MD3. Dini menjelaskan, berdasarkan UU MD3, ketentuan penggantian dengan batasan 6 bulan hanya berlaku untuk anggota DPR.

"Lagipula kalau PAN beranggapan ketentuan UU-nya tentang batasan 6 bulan tersebut juga berlaku kepada pimpinan DPR, seharusnya PAN sudah menarik Taufik pada April lalu," ujar Dini.

"Tapi yang terjadi justru PAN membiarkan Taufik tetap di posisinya. Kalau seperti sekarang, sejarah akan mencatat bahwa posisi wakil ketua DPR pernah dijabat seorang terpidana korupsi. Dan ini preseden yang sangat buruk," lanjutnya.

Diketahui, majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada Taufik Kurniawan setelah dinyatakan bersalah menerima suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dan Purbalingga. Namun, PAN mengatakan sudah tidak bisa lagi menggantikan Taufik di DPR karena sudah melampaui batas akhir masa pengajuan PAW.

"Sudah nggak lagi, nggak bisa, kan kita 2 bulan lagi, kan enam bulan sebelumnya udah nggak bisa lagi," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 08 Jul 2026 11:13

    Prabowo Cerita Jejak Sejarah Indonesia-India di Depan PM Modi

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bercerita hubungan antara Indonesia dan India telah terjalin selama ratusan tahun melalui sejarah, peradaban, dan budaya.Hal tersebut disampaikan Prabowo saat mengh

  • Rabu, 08 Jul 2026 11:11

    Wali Kota Bima NTB Bantah Lantik Istri dan Ipar Jadi Pejabat

    Mataram - Usai ramai jadi pembicaraan, Wali Kota Bima A Rahman H Abidin akhirnya buka suara. Dirinya membantah telah melantik istri dan iparnya menjadi pejabat. Rahman mengklaim pelantikan istrinya te

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:45

    Ketua DPW PSI Kalsel Minta Kaesang Lantik Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah serta pelantikan ketua DPW PSI dan DPD PSI se-kalimantan Selatan Selasa 7 Juli 2026. Acara ini turut dihadiri Ketua Umum DPP PSI K

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:42

    Batin Tenayan Temui Pansus DPRD Riau Minta Mafia di Tanah Ulayat Ditindak

    PEKANBARU - Datuk Batin Tenayan, Ujang Alinun bersama rombongan mendatangi Panitia Khusus (Pansus) Tanah Ulayat dan Pemanfaatan Tanah Ulayat DPRD Riau untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjad

  • Rabu, 08 Jul 2026 10:35

    Tim SAR Temukan Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak

    SIAK â€" Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari tiga korban tenggelamnya kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026). Ko

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor