Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Pro Kontra PPDB Zonasi di Mata Ortu: Ribet hingga Kurangi Macet

Politik

Pro Kontra PPDB Zonasi di Mata Ortu: Ribet hingga Kurangi Macet

Senin, 24 Jun 2019 11:11
Detik.com
Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi di SMAN 8 Jakarta
JAKARTA - Kebijakan jalur zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menimbulkan pro dan kontra. Orangtua murid di Jakarta punya pendapat sendiri.

Dianti, orang tua calon siswa yang mendaftar di SMAN 8 Jakarta, menilai kebijakan pemerintah yang memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah itu bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Itu karena siswa atau orangtua tak harus naik mobil ke sekolah.

"Kalau di Jakarta mungkin mereka datang ke sekolah nggak perlu naik mobil," ujar Dianti di SMAN 8 Jakarta, Jalan Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2019).

Orangtua lainnya, Helen, menilai upaya pemerintah untuk memeratakan pendidikan lewat jalur zonasi tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Sebagai contoh, jalur zonasi ini mengurangi kesempatan siswa luar DKI untuk bersaing di Jakarta.

"Masalahnya nilai anak tidak rata. Mungkin ada juga anak Bekasi memang nilainya bisa bersaing dengan anak-anak Jakarta. Jadi akhirnya mengikuti alur zonasi, mereka kesempatan sekolahnya menurut mereka favorit berkurang," kata Helen.

Namun Helen menilai terlalu dini untuk mengambil kesimpulan terkait kebijakan itu. Menurutnya kebijakan itu akan tampak efektif-tidaknya setelah ada lulusan dari kebijakan PPDB zonasi ini.

"Nanti mungkin akan dilihat dari kelulusan akan kelihatan. Karena yang tahun lalu kan belum kelas tiga. Biasanya akan dilihat pemerataan dari nilainya," lanjut Helen.

Ada pula orang tua yang tidak setuju dengan PPDB zonasi ini yaitu Riani. Menurutnya, kebijakan itu terlalu merepotkan.

"Kalau berdasarkan zona itu dilihat dari Kecamatan, Kelurahannya, ribet ini," ujar Riani.

Sementara itu salah seorang calon peserta didik, Diva, menilai PPDB zonasi membuat siswa berprestasi menyebar di seluruh sekolah.

"Sebenarnya dari awal dia harus tahu dia harus fokusin ke nilai UN. Sebenarnya iya sih ideal, ntar tahun-tahun ke depan bakal orang lebih pinter bisa menyebar. Jadi sekolahnya bisa naik," kata Diva saat mendaftar PPDB.


Sumber: detik.com

Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 15:28

    Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi

    Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:03

    BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran

    Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:00

    Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda

    Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:25

    Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian

    SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:23

    Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan

    PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor