politik
Proyek Gedung Daerah Rp 86 M, Kejari Bengkalis Berjanji Akan Tindaklanjuti
Laporan: Afdal Aulia
Rabu, 11 Mei 2016 16:26
BENGKALIS - Berbagai elemen masyarakat, bahkan DPRD Bengkalis, merasa kecewa, terkait pembangunan gedung daerah, yang telah menelan anggaran mencapai Rp 86 milyar, dengan masa pekerjaan melebihi lima tahun, namun pekerjaannya amburadul. Bahkan DPRD Bengkalis sendiri mengklaim hasil pekerjaannya sangat buruk.
Sehubungan hal tersebut, ternyata pihak Kejari Bengkalis
tidak tinggal diam dengan proyek gedung daerah, yang dicurigai
terindikasi mark-up serta adanya serta besarnya anggaran yang
digelontorkan dalam proses pembangunan tersebut.
Kejaksaan Negeri (Kejari) bengkalis sendiri terkait maraknya sorotan
terhadap bangunan di Jalan Ahmad Yani itu, berjanji akan
menindaklanjutinya.
Kajari Bengkalis Rahman Dwi Saputra SH ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya telah mengetahui dari media massa terkait sorotan public terhadap pembangunan gedung megah yang tak kunujng selesai tersebut. Kejari akan mengumpulkan data-data pendukung, untuk mengetahui apakah dalam pembangunan tersebut ada kerugian negara atau tidak.
"Saat ini, kita baru melakukan pengumpulan full data, kita tunggu saja selanjutnya, apakah dalam hasil pengumpulan data tersebut, ada terjadi kerugian negara apa tidak. Kalau ditemukana da indikasi kerugian Negara serta proses yang melanggar hukum akan ditindaklanjuti, "ungkap Rahman, Rabu (11/05/2016).
Kajari menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempelajari secara mendalam melalui data-data nantinya, dan berjanji akan secepatnya menindaklanjuti apabila ada temuan kerugian Negara melalui tindak pidana korupsi maupun penggelembungan anggaran. Selain itu kualitas proyek juga akan didalami apakah sesuai dengan anggaran atau tidak.
Sebelumnya, pihak Komisi II DPRD Bengkalis menilai kualitas pekerjaan pembangunan gedung daerah Bengkalis yang terletak di jalan Ahmad Yani samping lapangan Tugu memang buruk dan mengecewakan. Untuk itu komisi II secepatnya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis selaku leading sector mega proyek tersebut serta rekanan pelaksana.
"Secara kasat mata bisa kita lihat kualitas pekerjaan gedung daerah itu sangat kasar atau boleh dikatakan buruk. Tentu saja hal tersebut bertolak belakang dengan anggaran yang sudah tersedot, dimana berdasarkan informasi media mencapai Rp 86 milyar ditambah masa pekerjaan yang melebihi lima tahun dan kita sangat kecewa, "terang Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syahrial baru-baru ini.(afd)
Politik
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon