Realisasi APBD Minim, Diduga Ada Skenario Untuk Menjatuhkan HM Wardan
Laporan : Aditya Prahara
Kamis, 10 Sep 2015 20:22
TEMBILAHAN - Realisasi APBD Kabupaten Inhil untuk tahun anggaran 2015 ini, dirasakan masih jauh dari harapan. Memasuki bulan September, masih banyak kegiatan proyek yang belum jalan, bahkan proses pelalangan hingga sekarang belum tuntas seratus persen.
PLT Sekdakab Inhil H. Fauzar SE, saat dimintai tanggapannya melalui HP, Senin kemaren mengungkapkan, realisasi APBD Inhil baru sekitar 40 persen, tapi untuk lebih jelasnya data yang dimaksud, media diminta untuk langsung menanyakan dengan Kabag Pembangunan.
"Berkemungkinan sekitar 40 peresnlah, tapi coba langsung tanya dengan Kabag Pembangunan," ujar Fauzar SE, tanpa menyebutkan indikator apa hingga yang bersangkutan berani mengatakan seperti itu.
Banyaknya permasalahan yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Inhil, termasuk mininya relaisasi APBD Inhil, seolah diskenario oleh seseorang. Hal itu menurut analisa bererapa kalangan memang disengaja, dengan tujuan untuk menjatuhkan kinerja Bupati Inhil HM Wardan.
Salah satu penyebabnya, adalah banyaknya pimpinan SKPD yang dinilai tidak menjalankan instruksi Bupati. Saat rapat mereka semua mengiyakan dan mendukung, tapi ketika dibelakang, mereka berbalik 360 derajat.
"Kalau realisasi APBD minim, masyarakat tentu punya anggapan jelek terhadap kepemimpinan Bupati sekarang. Begitu juga dengan DPRD Inhil, sesuai dengan UU punya hak untuk mempertanyakan persoalan ini.Alih-alih nantinya, kalau persoalan ini tidak berobah, dewan bisa menyakan hak interplasi," jelas salah seorang sumber wartawan yang tidak ingin namanya disebutkan.
Selain itu persoalan penegakan hukum oleh oknum tertentu disinyalir juga bagian dari skenario tersebut. Bayangkan saja, saat ini banyak pihak-pihak di SKPD Inhil yang berencana untuk mundur dari jabatan yang diembannya, dikarenakan takut tersentuh persoalan hukum dibelakang harinya.
"Bayangkan saja, siapa yang mau bekerja saat ini, kalau memang penjara sudah membayangi mereka. Dari pada itu terjadi, mundur lebih baik. biarlah uang APBD kembali ke Negara, yang penting mereka selamat dari jeratan hukum," tambahnya.
Permasalahan lainnya yang belakangan ini menyeruak kepermukaan, yang bisa menjatuhkan Bupati Inhil HM Wardan adalah sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Hampir seluruh Kecamatan yang ada, belakangan ini masalah lahan mencuat secara bersamaan.
"Kalau memang Bupati lambat dan tidak sanggup menuntaskan persoalan ini, yang bersangkutanm meski siap untuk dijatuhkan sebelum masa kepemimpinannya habis,"ungkapnya. (dit)
Politik
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon