Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Repol : Saya tidak Menyebut Jefry Noer Firaun

Repol : Saya tidak Menyebut Jefry Noer Firaun

Laporan : Suhaimi
Rabu, 24 Feb 2016 11:16

BANGKINANG-Politisi Partai Golkar Kampar yang di laporkan Bupati Kampar Jefry Noer ke Polda Riau, terkait kasus hukum pencemaran Nama baik, buntut pemberitaan disebuah media online yang dilnsir pada selasa Tanggal 16/2/2016.

Menurut Repol, kala itu, wartawan meminta tanggapannya soal lima Kepala Desa terpilih pada Pemilihan Kepala Desa Serentak tidak dilantik hingga kini. "Atas nama saya anggota dewan, saya berhak mengkritiknya," katanya, Selasa (24/2/2016).

Repol menuturkan, dalam wawancara itu, ia menilai alasan tidak melantik lima Kades terpilih itu tidak berdasar. Ia memaparkan, ada Kades tidak dilantik karena tersangkut kasus hukum dan sedang berstatus tersangka. Menurut dia, Pemkab Kampar tidak bisa menunda pelantikan tanpa status berkekuatan hukum tetap atau incraht.

Selain itu, Repol menyebutkan, ada Kades yang sudah diusulkan untuk tidak dilantik. Namun mendadak tidak jadi dilantik. Ia menuding, Bupati Jefry sendiri yang memerintahkan pelantikan itu dibatalkan.

Repol menambahkan, ada juga Kades yang tidak dilantik karena alasan sedang bersengketa. Pemkab Kampar tidak melantik Kades itu karena proses penyelesaian sengketa Pemungutan Suara pada Pilkades yang digelar 11 Nopember 2015 lalu.

Menurut Repol, penundaan pelantikan itu seharusnya berdasarkan landasan hukum yang jelas. Ia mengatakan, Pemerintah tidak bisa semena-mena menunda pelantikan Kades.

Jika demikian, kata Repol dalam wawancara pekan lalu itu, kesewenangan itu seakan telah menciptakan Bupati Jefry seperti raja. Masalahnya, lanjut dia, dalam isi berita yang dilansir itu tertara kata "Firaun". Padahal, ia sama sekali tidak menyebutkannya.

"Waktu saya hadir Musrembang di Desa Gema Kampar Kiri Hulu, saya diberitahu berita itu. Setelah saya baca, saya langsung kontak wartawannya. Saya menyampaikan keberatan," kata Repol. Sambungan seluler terputus karena suara terlalu bising.

Tak berapa lama kemudian, wartawan itu mengiriminya layanan pesan singkat (SMS). Menurut dia, SMS itu adalah bukti dirinya tidak pernah menyebutkan "Firaun". "Insyaallah, SMS itu masih saya simpan sampai sekarang," ujar Repol sembari memperlihatkan selulernya. (smi)
Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 14:45

    Bahlil: Indonesia Setop Impor Solar Berkat Biodiesel, Kini Fokus Kurangi Impor Bensin

    Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut program biodiesel berbasis minyak sawit telah membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BB

  • Kamis, 25 Jun 2026 14:39

    500 Personel Gabungan Disiagakan Amankan MTQ Ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayon II di Kuansing

    KUANSING â€" Sebanyak 500 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 dan Pacu Jalur Rayon II yang akan digelar di Kabupaten

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:42

    Riau Ikuti Kick-Off Pemdi 2026, Transformasi Digital Pemerintah Makin Dipercepat

    PEKANBARU â€" Pemerintah pusat terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui perubahan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (Pemdi). Transformasi

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:39

    Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Masih Terkendala SDM dan Fasilitas

    PEKANBARU-Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau Hendry Munief mengunjungi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM dan Riau Creative Hub (RCH) di Pekanbaru.Kunjungan tersebut dilakukan u

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:38

    Naik 30 Persen, Pajak Makan dan Minuman Penyumbang Terbesar PAD Pekanbaru

    PEKANBARU- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sektor pajak daerah terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Pajak dari sektor makan dan minuman menjadi penyumbang terbesar pener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.