Politisi PDI Perjuangan
Rizal Ramli Angin Segar Kultur Kabinet
Laporan :Joko Prasetyo
Sabtu, 22 Agu 2015 09:35
Jakarta-Politisi PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan masuknya Rizal Ramli ke kabinet memang dikehendaki presiden Jokowi. Targetnya adalah melawan korporatokrasi, yaitu persenyawaan antara penguasa-pengusaha dan pengusaha-penguasa, yang kini mengendalikan sebagian kewenangan kabinet.
"Kehadirannya ke kabinet memang diinginkan oleh presiden Jokowi, karena tanpa adanya Rizal, yang namanya Trisakti, Nawacita, dan revolusi mental hanya jadi slogan kosong, " kata Hendrawan Supratikno di gedung DPR, Jakarta, Jum'at (21/8).
Hendrawan menilai, masuknya Rizal Ramli memang merupakan angin segar dalam kultur kabinet. Tugas Rizal adalah meluruskan yang bengkok-bengkok di kabinet. "Korpoatokrasi ini memang sesuatu yang tidak diinginkan oleh presiden Jokowi karena membuat ekonomi berjalan lamban. Jadi, masuknya Rizal dalam kabinet sangat pas, yaitu untuk memperkuat dukungan buat Jokowi, " katanya.
Di sisi lain, ia menilai, kehadiran Rizal di kabinet, selain untuk mencairkan kebekuan birokrasi juga agar kontestasi gagasan bisa dilakukan secara rileks alias santai. Sebenarnya peran itu sudah dilakukan oleh Kwik Kian Gie saat jadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada era pemerintahan Gus Dur dulu.
"Rizal mengusung informalisasi ala Gus Dur di kabinet. Bedanya, kalau Gus Dur sering nyeletuk 'gitu saja kok repot', sedangkan Rizal Ramli bilang, gitu saja kok ribet. Jadi, bedanya repot dengan ribet, " ujarnya.
Ditambahkan Hendrawan, langakah lawan-lawan politik Rizal Ramli yang menyerang lewat isu hubungan Rizal Ramli dengan artis Cornelia Agatha dinilai tidak fair dan tidak elegan. Langkah itu juga dilakukan karena mereka sulit mencari kesalahan dan kelemahan Rizal dalam kaitan korupsi.
"Tapi bisa jadi juga, mereka cemburu sama Rizal Ramli yang mampu menggaet Cornelia Agatha. Mereka jatuh hati sama Agatha, cuma tidak kesampaian. Kasihnya tak sampai dan cintanya bertepuk sebelah tangan, makanya lalu mengusik hubungan Rizal-Cornelia Agatha, " kata Anggota Komisi XI DPR itu.
Hendrawan yang kini berstatus duda ini mengaku terus terang, bahwa dia juga naksir sama Cornelia yang pernah jadi pemeran Sarah dalam film Si Doel Anak Sekolahan ini. "Jangankan Rizal, saya juga mau sama Cornelia Agatha. Saya duda, dia janda, jadi pas. Yang satu duren (duda keren), yang satu jamu atau janda muda, " ujar Hendrawan sambil tertawa.
Hendrawan mengatakan, pernyataan Rizal Ramli terkait masalah Garuda dan proyek listrik 35.000 MW, secara substansi sudah betul. Karena di satu sisi, PT Garuda Indonesia rugi karena penerbangan rute internasional, di sisi lain, penerbangan rute dalam negeri mengalami keuntungan.
"Jadi, penerbangan rute dalam negeri mensubsidi penerbangan rute internasional. Makanya, Rizal menyarankan agar Garuda memperkuat penerbangan dalam negeri saja, jangan sok-sokan main di penerbangan Internasional. Makanya, pembelian 30 unit pesawast Airbus A-350 itu kesannya agar dapat fee saja. Itu yang harus dicegah, " kata Hendrawan.
Soal proyek listrik 35.000 MW, Ketua Poksi Komisi XI DPR itu mengatakan, dari hasil kajian sejumlah lembaga survei, termasuk Econit, semua mengatakan, proyek itu terlalu ambius. Di zaman SBY dulu, pernah dibangun 10.000 MW, tapi targetnya tidak terpenuhi, makanya, Rizal menyarankan supaya pembangunan proyek listrik 35.000 MW dikaji ulang, sehingga tidak merugikan negara.
"Jadi, otokritik Rizal Ramli itu bagus, makanya sekarang dia diserahi tugas untuk mengurus listrik, biar kerjanya bener dan potensi kerugian bisa dikurangi, " tegas Hendrawan.
RR Kekanak-Kanakan
Sebelumnya Ketua Fraksi PKB DPR, Helmy Faishal Zaini menilai, cara Rizal Ramli melontarkan otokritik kepada Wapres Jusuf Kalla sangat kekanak-kanakan, kurang pas dilakukan seorang tokoh sekaliber Rizal Ramli. "Cara ributnya kekanak-kanakan, sebagai pejabat tinggi negara tidak pantas bertindak seperti itu, apalagi Rizal itu Menko, " tegas Zaini.
Selaku Menko Maritim seharusnya Rizal lakukan koordinasi, bukan malah merusak sistem koordinasi itu sendiri. "Menko kan seharusnya (kerjanya) koordinasi tapi malah jadi sumber kekacauan dari koordinasi itu sendiri, " ujar Zaini.
Kalau begitu, perlukah Rizal Ramli direshuffle? Bekas Menteri PDT ini langsung menukas, "Masalah itu hak presiden, namun yang pasti, presiden mesti mengingatkan Rizal Ramli. Sebagai kepala pemerintahan, presiden Jokowi harus memanggil Rizal dan menertibkannya ".
(tio)
KPK Periksa Istri Muda Bupati Kuansing Pasc OTT, Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap
PEKANBARU â€" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Suci Nitia Edward atau SC di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026), setelah yang bersangkutan diamankan dalam rangkaian
KP2MI Pastikan Pemulangan PMI Asal Jabar dari Libya, Dugaan TPPO Diusut
Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Tripoli, serta kementerian/lembaga terkait dalam menangani P
Perkuat Pengawasan Tata Kelola Komoditas Timah, Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Amankan Lokasi Penimbunan Balok Timah
Kepulauan Bangka Belitung â€" Dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pengamanan komoditas sumber daya alam strategis nasional serta memperkuat pengawasan tata kelola sek
Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya turut berupaya mewujudkan swasembada energi. Jenderal Listyo mengatakan sepanjang tahun 2026 ini, Polri berhasil mengungkap 464 kasu
Melihat Harmoni Peragaan Kolone Senapan '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara
Jakarta - Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menampilkan kolone senapan yang membentuk tulisan '80 Tahun Polri'. Peragaan kolone senapan menjadi salah satu atraksi anggota Polri dalam