Politik
Sekjen Partai Demokrat Tepis Adanya KLB
Laporan : Bambang Subagio
Jumat, 21 Jun 2019 09:14
"Di Partai Demokrat kami mempunyai sikap siklus lima tahunan yang tertib, oleh karena itu kami pastikan tidak ada kongres luar biasa," tegas Sekjen PD, Hinca usai diskusi Dilektika Demokrasi bertema 'Regenerasi Parpol, Hanya Basa-Basi atau Harga Mati' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2019) kemarin.
Hinca menilai hal biasa apabila di dalam sebuah partai ada pandangan maupun keinginan berbeda, termasuk dorongan sejumlah kader senior Demokrat untuk digelarnya KLB. "Kita hormati saja dan toh hari-hari ini juga sudah selesai karena baik dari DPD maupun dari DPC juga sudah menyampaikan bahwa tidak ada kongres luar biasa itu," ujarnya.
Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong Demokrat agar bisa segera melaksanakan kongres luar biasa demi menyelamatkan partai yang kian terpuruk di setiap Pemilu. Dalam KLB itu, Ketua Umum Partai Demokrat SBY diminta menyerahkan jabatannya ke anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dorongan segera menggelar KLB itu dilontarkan anggota GMPPD, Max Sopacua. "Momentum puncak GMPPD yakni menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa selambatnya pada 9 September 2019," kata anggota Majelis Tinggi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019) lalu.
Dalam kesempatan sama, Politisi PDIP Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa terpilihnya pimpinan di partainya yang terjadi sejauh ini adalah berdasarkan ideologi, negarawan, solidarity maker (menyatukan), prestasi, track record, rekam jejak, aspirasi rakyat dan mengetahui kebutuhan rakyat.
"Nah, figur Ibu Megawari Soekarnoputri memenuhi unsur itu. Sehingga meski kini usianya sudah 72 tahun, PDIP masih membutuhkan Ibu Megawati," tegas anggota Komisi XI DPR RI itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (20/6/2019).
Karena itu, meski Kongres V PDIP akan dipercepat atau tidak, pada 8 Agustus 2019 mendatang, fungsionaris, kader PDIP dan rakyat di seluruh Indonesia, ungkap Maruarar, tetap mendukung Megawaiti sebagai Ketua Umum PDIP.
"Hal itu bukan berarti tidak ada kaderisasi. Justru, PDIP itu menempatkan figur Ibu Megawati berdasarkan beberapa kriteria tersebut, dan saat ini sangat dibutuhkan di tengah menguatnya politik identitas, radikalisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.(bsg) Politik
Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi
Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut
BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran
Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar
Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda
Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja
Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian
SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan
PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber