Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Sembilan Poin Deklarasi Kampanye Antirasis di Pilgub DKI

Politik

Sembilan Poin Deklarasi Kampanye Antirasis di Pilgub DKI

Jumat, 28 Okt 2016 15:03
Okezone.com
Ilustrasi

JAKARTA - Ketua Umum PB Gerakan Santri Nusantara, M Utomo mengatakan bahwa pihaknya mendeklarasikan gerakan antirasis untuk Indonesia damai dalam gelaran Pilgub DKI Jakarta 2017.

Setidaknya terdapat sembilan poin penting dalam deklarasi antirasis yang digelar para santri di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan tersebut.

"Pertama, kami Gerakan Santri Nusantara dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap menciptakan Pilkada Jakarta yang aman, tertib, dan damai. Demi terpeliharanya NKRI," kata Utomo di lokasi, Jumat (28/10/2016).

Kedua, lanjut Utomo, Gerakan Santri Nusantara mengharapkan seluruh warga Jakarta untuk tidak terpengaruh dengan kampanye berbau rasis, yakni suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia.

"‎Ketiga, Gerakan Santri Nusantara meminta para ulama dan tokoh agama untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan politik supaya tidak terjadi kegaduhan," ujar dia.

Poin deklarasi Gerakan Santri Nusantara ‎yang keempat adalah menolak agama dijadikan komoditas untuk kepentingan politik dalam Pilgub DKI, karena agama terlalu suci. "Yang kelima, Gerakan Santri Nusantara menolak Islam ramah diganti menjadi Islam marah dan penyebar fitnah," jelas Hutomo.

Menurut Utomo, untuk poin keenam dalam ‎deklarasi antirasis untuk Indonesia damai‎ adalah Gerakan Santri Nusantara mengecam kelompok-kelompok radikal yang menyusup dan memanfaatkan pilkada untuk tujuan instabilitas NKRI.

"Poin deklarasi ketujuh, Gerakan Santri Nusantara mengecam keras media-media penyebar fitnah dan kebencian dalam pilkada," tegasnya

‎Poin kedelapan, Gerakan Santri Nusantara juga mendeklarasikan cinta Indonesia dengan keberagaman dan kemajemukan. "Sementara poin kesembilan adalah Gerakan Santri Nusantara siap di barisan depan untuk melawan siapa pun yang mengecam keutuhan NKRI," pungkasnya. (Okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.