Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Sindiran PDIP soal Kader Dicalonkan Partai Lain

Sindiran PDIP soal Kader Dicalonkan Partai Lain

Admin
Senin, 18 Jul 2022 09:59
merdeka.com

Sebanyak 29 DPW Partai NasDem mengusulkan kader PDIP Ganjar Pranowo untuk diusung dalam Pilpres 2024 mendatang. Selain Ganjar, ada nama Anies Baswedan hingga Panglima TNI Andika Perkasa.

Usulan NasDem usung Ganjar tersebut kena sindir Sekretaris Jendral PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Hasto menyatakan PDIP berbeda, dan hanya akan mengusung kader sendiri.

“PDI Perjuangan ya tentu saja kita tidak campur tangan rumah tangga partai lain, hanya saja kami punya prinsip bahwa menjadi partai politik itu punya tugas untuk menyiapkan kader-kader pemimpin yang digembleng dari anggota Partai,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Kamis (16/6).

Hasto menjelaskan, PDIP sering menggelar sekolah partai untuk 'pendidikan' para kader menyongsong jadi pemimpin dari partai banteng moncong putih tersebut.

“Karena itulah Rakernas perjuangan nanti diadakan di sekolah partai sebagai suatu pengingat bahwa kepemimpinan itu lahir melalui proses sekolah partai dan kemudian penugasan penugasan kader partai,” kata dia.

Hasto menyebut Ganjar telah menyatakan dirinya adalah kader PDIP meski disebutkan banyak lamaran atau tawaran dari parpol lain yang ingin mengusungnya sebagai capres di Pilpres 2024.

“Pak Ganjar menegaskan saya adalah PDI Perjuangan, tegak lurus pada disiplin partai dan terkait dengan calon presiden dan wakil presiden itu kewenangan Ibu ketua umum,” pungkasnya.

Parpol Elektoral Turun, Malah Usung Kader Partai Lain

Hasto kembali mewanti, soal calon presiden yang akan diusung oleh partainya haruslah seorang kader yang taat aturan. Hal itu disampaikan Hasto saat di Rapat Tiga Pilar Partai PDIP Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka menindaklanjuti hasil Rakernas II.

“Ibu Mega mempertimbangkan yang terbaik bagi bangsa dan negara, mencari pemimpin yang betul-betul mengakar pada rakyat, dipimpin oleh ideologi Pancasila sehingga bisa menentukan arah masa depan. Itu yang dicari Bu Mega dan kader PDI Perjuangan harus taat asas,” kata Hasto, Minggu (17/7).

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan adalah partai yang lebih memilih bergerak ke bawah daripada berwacana. Dia pun meminta kepada para kader banteng di seluruh Indonesia untuk tidak terpengaruh apa yang dilakukan pihak lain saat ini.

“Kita tidak perlu ikut menanggapi apa yang dilakukan pihak lain. Ada satu partai yang elektoralnya turun, kemudian mencoba memunculkan kader partai lain, bahkan mencalonkan sosok yang seharusnya netral dalam politik. Hal-hal seperti ini biarkan rakyat yang menjadi hakim politik,” tegas Hasto.

Menyalip di Tikungan

Hasto menegaskan, partainya juga tak pernah menerapkan strategi politik main belakang. Menurut dia, PDIP komit dalam melakukan kerjasama politik.

Hasto juga menyinggung pihak yang kerap menyalip di tikungan terakhir. PDIP, kata dia, berpolitik dengan dilandasi moral dengan ideologi Pancasila.

"Kita tidak pernah diajarkan berpolitik main di belakang. Membuat skenario-skenario yang tidak sama dengan ideologi pancasila."

"Dalam berpolitik kita diajarkan untuk yang dilandasi moral. Sehingga kita bukan pemain yang suka menyalip di tikungan," jelas Hasto dalam penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala dan Wakil Kepala Daerah PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).

Bajak Kader Partai Lain

Hasto juga meminta seluruh kepala dan wakil kepala daerah untuk menyatukan barisan memajukan Indonesia. Hasto menyampaikan, kepada seluruh kepala daerah, PDIP bukan partai yang suka ‘membajak’ kader partai lain.

Hasto mengibaratkan kader partai sebagai sebuah pohon yang berakar. Jika akar tersebut milik orang lain, maka PDIP tak akan mencabut akar yang bukan miliknya tersebut.

"Jadi kalau akar kita bergerak, di sana ada akar kuning, kita berbelok. Karena masih banyak akar lain. Misal ketemu akar NUMuhammadiyah, PKB dan PPP, PAN, kita berbelok. Sehingga akar PDI Perjuangan jadi kokoh tanpa merusak akar yang lain. Kita bukan partai yang suka mencabut akar yang lain. Akar yang kita garap adalah akar Wong Cilik. Itulah yang dikedepankan PDI Perjuangan, berpolitik dengan etika," kata Hasto.

Hasto mengatakan, agar para kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk mengingat pesan Ketua Umum Megawati di dalam berpolitik, khususnya menghadapi Pemilu 2024, agar taat pada tahapan-tahapan pemilu.

Belum Cukup Ambang Batas Presiden tapi Lincah Menuju Pemilu 2024

Hasto juga menyoroti partai-partai sudah bergerak lincah menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2024. Padahal partai tersebut belum memiliki kursi yang cukup untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

"Untuk mencalonkan saja persyaratan belum cukup lalu bergerak lincah," ujar Hasto dalam acara Pendidikan Kader Perempuan PDIP di Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jumat (10/6).

Sementara, PDIP saat ini sibuk melakukan konsolidasi dan kaderisasi internal. Hal ini agar membuat politik tidak hanya berada di awang-awang.

"Buat PDIP daripada asik-asik ikutan dalam pergerakan politik elite, langkah-langkah organisasi kaderisasi peran perempuan pelatihan-pelatihan saksi itu lebih penting dan tiada hari tanpa konsolidasi dan tiada hari tanpa soft campaign," ujar Hasto.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.