Selasa, 23 Jun 2026

Siswaja : Palika Perlu Perhatian Khusus

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 29 Des 2015 17:07
Hendra Dedi Syahbudi
Atas : Kondisi jalan berlumpur yang sangat memprihatinkan.Bawah : Ambulan puskesmas Palika yang tidak tepat guna.

BAGANBATU - Dalam reses yang dilaksanakan oleh anggota DPRD propinsi Riau, Ir Siswaja Muljadi di Pasir Limau Kapas (Palika) Minggu 27/12 terungkap bahwa kecamatan yang terletak dipesisr itu sangat perlu perhatian khusus.

Perhatian khusus yang dibutuhkan kata Siswaja Muljadi adalah baik dari pemerintah kabupaten Rokan Hilir, propinsi Riau bahkan pusat.

Sebab kondisi kecamatan Palika sangat terisolir, baik dari segi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat setempat, fasilitas kesehatan juga sangat diperlukan untuk menunjang program kesehatan.

Demikan hal itu disampaikannya kepada spiritriau.com, Selasa 29/12 saat berbincang di Bagan Batu. Bahkan dikarenakan minimnya fasilitas kesehatan, muncul satu kasus yang mengakibatkan satu ibu hamil meninggal dunia.

" Saat itu ada ibu hamil sudah saatnya mau melahirkan, saat itu tidak dapat secara normal dikarenakan ada sesuatu kelainan yang memang harus di operasi, mengingat perlajalan yang sangat jauh akhirnya ibu itu tidak sempat tertolong dan akhirnya meninggal," kisahnya.

Dengan kejadian itu, tentu dikarenakan minimnya fasilitas kesehatan di Puskesmas tersebut, jika pada saat itu ada alat USG, tentu jauh hari sebelumnya telah dapat diprediksi, sehingga langkah - langkah antisipasi dapat dilakukan agar tidak terjadi korban jiwa.

" Untuk itu kita juga mendesak pihak pemkab Rohil agar memberikan perhatian terhadap ini, dan kita juga akan bawa ke propinsi," ujarnya.

Aseng juga menyampaikan, saat ini pemerintah propinsi Riau ada menganggarkan kenderaan dinas  roda dua sebanyak 100 unit. Dan untuk kecamatan Palika akan dialokasikan 10 unit.

" Dan sebagian juga nanti akan dialokasikan buat operasional Puskesmas Palika, dan pihak Puskesmas juga ada meminta kekita dua Ambulan untuk ditempatkan di Panipahan dan Pasir Limau Kapas, untuk mempermudah akses rujukan pasien ke sumatera utara," pungkasnya.

Sebab, lanjut Aseng, jika pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit Bagan Siapiapi, terpaksa harus menggunakan boot dengan biaya 8 juta sekali jalan. " Nah bagi pasien dari keluarga kurang mampu dan pengguna fasilitas BPJS kan menjadi kendala besar, untuk itulah kita nantinya akan carikan solusinya agar permasalahan yang sudah lama ini dapat terselesaikan," tutup Aseng mengakhiri. (ded)

Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 16:43

    Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan

    PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:30

    Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:14

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa

    PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k

  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.