Politik
Soal Reshuffle di Akhir Periode, PD: Menteri Baru Tak Bisa Lakukan Apapun
Sabtu, 13 Jul 2019 09:30
"Pertama itu (reshuffle) sepenuhnya hak presiden, terkait perombakan kabinet kan macam-macam itu latar belakangnya. Bisa karena kinerja, bisa juga karena alasan, mungkin karena beberapa menteri Pak Jokowi itu kan terpilih menjadi anggota DPR RI, sedangkan pembentukan kabinet baru itu kan lebih dulu pelantikan DPR RI kan, nah jangan-jangan alasannya itu," ujar Jansen saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).
Diketahui, PD dalam beberapa waktu terakhir santer disebut akan ikut bergabung ke pemerintahan Jokowi. Terkait dengan adanya isu reshuffle di akhir periode Jokowi ini, Jansen menyebut PD belum ditawarkan masuk.
Dikatakan Jansen, PD berharap pada reshuffle kali ini ada perubahan yang lebih baik yang dapat dilakukan pemerintahan Jokowi.
"Reshuffle itu kan perubahan, tentu harapan Demokrat, harapan seluruh bangsa di Indonesia ini ya reshuffle ini untuk perubahan yang lebih baik kan," tuturnya.
"Jadi mungkin reshuffle ini kaitannya dengan (menteri terpilih jadi anggota DPR), mungkin ya, alasannya tentu Pak Jokowi yang lebih tahu. Tetapi nanti ketika kita melihat menteri-menteri yang direshuffle kita juga tahu itu apa alasannya. Kalau yang direshuffle itu menteri-menteri yang kemarin ikut nyaleg kemudian terpilih kembali ya berarti alasannya karena memang menteri yang bersangkutan dilantik jadi anggota DPR," imbuhnya.
Dalam periode 2014-2019, Jokowi sudah 4 kali merombak kabinetnya. Secara berturut-turut, reshuffle dilakukan pada 12 Agustus 2015, 27 Juli 2016, 17 Januari 2018, dan 15 Agustus 2018. Ini belum termasuk pelantikan Ignasius Jonan jadi Menteri ESDM (14 Oktober 2016) dan pelantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Mensos menggantikan Idrus Marham (24 Agustus 2018).
Pada 2019, isu tersebut kembali mengemuka dan Istana sempat memberikan kode Jokowi akan melakukan reshuffle setelah Lebaran. Terlebih, beberapa menteri Jokowi pernah bersinggungan dengan kasus hukum.
"Bahwa penentuan menteri yang duduk di kabinet sepenuhnya kewenangan dan hak prerogatif Presiden. Termasuk soal komposisi antara yang diusulkan partai pendukung maupun tidak, sepenuhnya hak Presiden," ujar Staf Khusus Presiden Johan Budi Sapto Pribowo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (12/7).
Kini, Jokowi akan menatap kepemimpinan di periode keduanya. Ia mengaku sudah memiliki blueprint untuk kabinetnya dan segera mengumumkan nama-nama menterinya itu. Namun dia belum memastikan kapan pengumumannya.
Tenun Sumba Diperkenalkan ke Dunia di Ajang Internasional Singapura
Promosi potensi lokal Indonesia dilakukan dalam Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza yang digelar di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026. Dalam ajang ters
Tinggalkan Jabatan Biro TEMPO Demi Riau, Rida K Liamsi Pilih Bangkitkan Koran Mati
GEMERLAP ibu kota dan bergengsinya emblem sebagai koresponden majalah nasional rupanya tidak pernah benar-benar memuaskan dahaga seorang Rida K Liamsi. Di saat karirnya sedang meroket bersama Majalah
NOC Indonesia Dapat Pelajaran Berharga dari IVLP di AS, Ini Penjelasan Okto
LOS ANGELES â€" Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari benar-benar merasakan begitu pentingnya partisipasi pada International Visitor Leadership Program (IVLP) yang berl
Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah akan Hadapi Tantangan Berat Dominasi Banteng
JAKARTA - Tekad kuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengubah peta kekuatan politik di Jawa Tengah (Jateng) menjadi kandang gajah memicu perdebatan. Langkah agresif partai ini dinilai harus b
Diterkam Buaya, Nelayan Bangko Pusako Alami Luka di Punggung
BANGKO PUSAKO-Seorang nelayan bernama Abdul Azis (43), warga RT 004/RW 002 Dusun Harapan Jadi, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, mengalami luka serius setela