Selasa, 07 Jul 2026
Solo Raya Polling: Dipasangkan dengan Siapapun Gibran Akan Menang Pilkada
admin
Rabu, 24 Jun 2020 13:27
Lembaga survei Solo Raya Polling merilis hasil survei terkait Pilkada Solo, 9 Desember mendatang. Survei yang dilakukan 14-20 Juni 2020 tersebut juga merilis elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo jika pilkada diikuti sejumlah pasangan.
Hasilnya Gibran Rakabuming Raka tetap unggul meskipun berganti pasangan. Gibran akan menang mutlak hingga 90 persen jika dipasangkan dengan Achmad Purnomo nakal calon wali kota Solo dari PDIP lainnya. Persentase tersebut bisa menyamai pasangan Jokowi - Rudy (Joko Widodo - FX Hadi Rudyatmo) saat Pilkada 2010 lalu.
"Pilkada Solo ini akan selesai jika Gibran dipasangkan dengan Purnomo. Mereka berdua dikehendaki rakyat Solo dan elektabilitasnya tinggi," ujar Ketua Solo Raya Polling, Suwardi, Rabu (24/6).
Suwardi menambahkan, kemungkinan lainnya, jika peserta Pilkada Solo diikuti dua pasangan calon Gibran - Teguh Prakosa memperoleh dukungan 77 persen. Angka ini lebih rendah dibanding pasangan Gibran - Purnomo sebesar 91 persen, tetapi lebih tinggi dari pasangan Gibran-Budi (Ketua DPRD Budi Prasetyo) sebanyak 74 persen. Sedangkan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) hanya memperoleh 3 persen.
"Catatan pentingnya adalah angka TTTJ 20 persen sedikit menurun tetapi masih tinggi," katanya.
Ia menambahkan, jika peserta Pilkada diikuti dua pasangan calon Gibran-Budi memperoleh 74 persen. Angka ini lebih rendah dibanding pasangan Gibran-Purnomo 91 persen, sedangkan pasangan Bajo sangat rendah. Sementara catatan pentingnya adalah angka TT-TJ naik drastis menjadi 23 persen.
Ditemui terpisah Achmad Purnomo mengaku tak mau berandai-andai. Apalagi jika dipasangkan dengan Gibran.
"Saya tidak mau berandai-andai. Kita tunggu saja rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP, ibu Megawati Soekarnoputri. Apapun yang diputuskan, sebagai kader kita harus siap," katanya.
Solo Raya Polling menggelar survei terkait Pilkada Solo 2020 sejak 14-22 Juni 2020. Survei dilakukan dengan 1008 responden warga Kota Solo yang namanya terdaftar dalam DPT pemilu 2019. Penarikan sample menggunakan ternik cuplikan random sampling dengan kerangka sample DPT TPS pada titik lokasi survei (TLS).
Distribusi TLS dilakukan dengan memperhatikan sebaran wilayah. Jumlah titik lokasi survei 126 TLS dengan jumlah responden untuk masing - masing TLS 8.
Menurut Suwardi, besaran sampel tersebut memenuhi kriteria tingkat signifikansi pada posisi 95 persen dengan kerapatan tinggi (50:50) dan margin error 3,5 persen.
"Tehnik pengumpulan data kita lakukan dengan wawancara face to face dengan instrumen data
kusioner tertutup dan alat peraga. Analisis data dengan alat bantu solfware SPSS," pungkas dia.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca